- Pemerintah Arab Saudi mengizinkan Indonesia memiliki lahan di Makkah untuk Kampung Haji pertama kali dalam sejarah setelah lobi Presiden Prabowo Subianto.
- Kampung Haji merupakan kawasan terpadu dengan hotel dan tower, bertujuan menekan biaya haji dan memangkas masa tinggal jemaah hingga 31 hari.
- Lokasi Kampung Haji berjarak 2,5 km dari Masjidil Haram, dikelola BUMN, dan akan dilengkapi fasilitas terpadu termasuk klinik dan pusat komersial.
Suara.com - Bagi jutaan umat Islam Indonesia, pergi haji bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi penantian panjang yang sering kali ditempuh seumur hidup. Di tengah harapan bisa beribadah dengan lebih nyaman dan terjangkau, rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah pun hadir membawa janji baru.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan untuk pertama kali dalam sejarah, pemerintah Arab Saudi menyetujui pembangunan Kampung Haji Indonesia.
Otoritas Kerajaan Arab Saudi bahkan sampai mengubah undang-undang agar Indonesia bisa mewujudkan memiliki lahan sebagai lokasi Kampung Haji di Makkah. Kebijakan tersebut diputuskan tidak lain karena lobi langsung dari Prabowo.
“Saya datangi beberapa kali, saya lobi terus. Mungkin beliau kasihan sama kita. Dan untuk pertama kali dalam sejarah diizinkan negara asing memiliki lahan, memiliki tanah di Kota Suci. Mereka ubah undang-undangnya khusus untuk kita,” kata Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan Kampung Haji Indonesia akan segera berdiri. Nantinya, pengelolaan fasilitas akan dilakukan langsung pihak Indonesia.
Lantas, apa itu Kampung Haji dan mengapa pemerintah memandang perlu membangunnya?
Kampung Haji
Kampung haji merupakan kawasan terpadu yang dibuat pemerintah Indonesia dan diperuntukan untuk jemaah umrah dan haji Indonesia.
Terdiri dari hotel dan sejumlah tower, Kampung Haji bukan sekadar proyek properti biasa.
Baca Juga: Tegas! 13 Calon Petugas Haji Dipulangkan Saat Diklat karena Indisipliner dan Manipulasi Data
Pembangunan Kampung Haji ini diharapkan memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan haji yang lebih baik, mulai dari penekanan biaya hingga pemberian fasilitas lengkap. Apalagi, jaraknya yang tidak jauh dengan Masjidil Haram diharapkan dapat mempermudah jemaah dalam beribadah.
Selain sebagai pemondokan, konsep Kampung Haji juga diarahkan menjadi pusat layanan terpadu jemaah Indonesia di Arab Saudi, termasuk layanan kesehatan, konsumsi, hingga logistik ibadah dalam satu kawasan.
Keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Kampung Haji tidak terlepas dari hak istimewa yang diberikan Arab Saudi. Mulai dari pengubahan undang-undang sampai ke tahap pemilihan lahan.
Menyoal privilese, hal ini ditegaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menegaskan pembelian lahan untuk pembangunan Kampung Haji dari lelang, menyusul sebelumnya pembelian hotel yang juga menjadi bagian dari Kampung Haji.
"Sudah. Bahkan kita diberikan privilege oleh pemerintah Arab Saudi untuk memilih di antara beberapa lokasi yang cukup strategis," kata Pras di Hambalang, Selasa (6/1/2026).
Mengapa Bangun Kampung Haji?
Ada beberapa hal yang menjadi alasan pemerintah membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah. Salah satunya ialah efisiensi baik dari segi biaya maupun waktu.
"Kita tentunya memiliki target supaya bisa semurah mungkin, karena ujungnya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jemaah kita dengan berbagai skenario dan berbagai cara," kata Pras.
Melalui pembangunan Kampung Haji, diharapkan dapat memangkas masa tinggal jemaah haji.
"Kalau sekarang ini kan total kita kurang lebih di 41 hari, kita mentargetkan kalau presiden berharap bisa setidak-tidaknya seperti Malaysia, Malaysia kurang lebih di 31 hari. Tentunya kalau terjadi pengurangan yang sangat signifikan dari sisi jumlah hari, maka itu akan bisa mengurangi cost haji kita," tutur Pras.
Efisiensi masa tinggal ini juga berkaitan dengan sistem pergerakan jemaah (transportasi, katering, dan penjadwalan ibadah) yang bisa lebih terpusat bila jemaah berada dalam satu kawasan besar yang dikelola langsung oleh Indonesia.
Di mana Lokasi dan Seberapa Dekat dengan Ka'bah?
Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan kawasan Kampung Haji Indonesia hanya berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Jarak tersebut jauh lebih dekat dibandingkan dengan lokasi pemondokan jemaah haji Indonesia saat ini.
Nantinya akses dari Kampung Haji menuju Masjidil Haram akan semakin mudah dengan pembangunan jembatan penghubung yang saat ini tengah berlangsung.
"Jaraknya hanya 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Dan saat sekarang sedang dibangun jembatan yang nanti akan menghubungkan dengan Masjidil Haram, dan jembatan itu 2026 akan selesai dan nama jembatan itu adalah Jembatan Al-Hujun,” kata Rosan, Rabu (17/12/2025).
Lokasi yang lebih dekat ini dinilai penting terutama bagi jemaah lanjut usia, yang selama ini kerap menghadapi kendala jarak dan kepadatan transportasi saat menuju Masjidil Haram.
Kampung Haji Terdiri dari Apa Saja?
Menindaklanjuti rencana pembangunan Kampung Haji, pemerintah telah melakukan conditional sales and purchase agreement atau perjanjian jual beli bersyarat.
Rosan mengatakan pemerintah telah membeli satu hotel di daerah Thakher. Hotel tersebut memiliki masing-masing 28 lantai dengan kapasitas 1.461 kamar di 3 tower. Dengan kapasitas tersebut, hotel bisa menampung 4.383 jemaah haji asal Indonesia.
Bukan hanya hotel, pemerintah juga membeli lahan seluas 5 hektare di depan hotel. Pembelian lahan diperuntukan untuk pengembangan kawasan Kampung Haji. Rencananya, pemerintah akan membangun 13 tower dan 1 mal.
"Dengan kita membangun 13 tower itu total kamarnya bisa menjadi 6.025 kamar, dan itu akan bisa mencakup jemaah haji kurang lebih total menjadi lebih dari 23 ribu,” kata Rosan.
Selain mal, kawasan Kampung Haji akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan pelayanan lain.
"Kita berharap juga ada klinik di situ, kemudian kita berharap juga ada food court sehingga kita berharap jemaah haji kita bisa memiliki tempat yang representatif, tempat yang nyaman, mungkin secara makanan juga terjamin, secara kesehatan juga terjamin, dan bisa dimanfaatkan juga selain untuk haji, tapi untuk kepentingan umroh. Yang jumlah jemaah umroh kita hampir mencapai 1,8 juta dalam satu tahun ini potensi yang cukup besar," kata Pras.
Keberadaan pusat belanja dan area komersial juga diproyeksikan membantu keberlanjutan operasional kawasan, sehingga tidak hanya bergantung pada musim haji, tetapi juga bisa aktif saat musim umrah.
Siapa Pengelola Kampung Haji?
Rosan menyampaikan pembelian hotel maupun lahan untuk kawasan Kampung Haji Indonesia dilakukan melalui Danantara.
Sementara untuk pengelolaan hotel, ia berujar akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Ya kan kita ada InJourney, nanti kita ada InJourney yang akan mengoperasikan sama-sama hotel ini," kata Rosan.
Model pengelolaan oleh BUMN ini disebut sebagai upaya menjaga standar layanan sekaligus memastikan keuntungan usaha dapat kembali mendukung ekosistem pelayanan haji dan umrah Indonesia dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Gunakan Lahan Bekas Kedubes Inggris, Gedung MUI 40 Lantai di Bundaran HI Mulai Masuk Tahap Desain
-
Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh
-
Status BPJS PBI Aman Sementara, Bagaimana Nasib 106 Ribu Pasien Pasca Ground Check Kemensos?
-
Misteri Kematian PPPK RSPAU Halim: 6 Fakta yang Terungkap Sejauh Ini
-
Jejak Uang Panas Bupati Sudewo, KPK Endus Aliran Dana Masuk-Keluar di Koperasi Artha Bahana Syariah
-
Kejaksaan Singapura Segera Putuskan Ekstradisi Paulus Tannos, KPK Tunggu Ringkasan Sidang
-
Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor
-
Harapan Mengadu Nasib di Jakarta Masih Tinggi, Pramono Wanti-Wanti Calon Perantau Selepas Idulfitri
-
7 Fakta Kasus Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih, Cairan dari Praktikum Sekolah
-
HPP Rp3,4 Juta Tapi Dijual Rp6,8 Juta, Dirut Evercoss Bingung Harga Chromebook di E-Katalog Bengkak