Suara.com - Pembagian Kartu Jakarta Pintar di kantor Wali Kota Jakarta Selatan yang dilakukan Bank DKI pada akhir pekan lalu menimbulkan polemik. Tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno menganggap pembagian KJP tersebut bermuatan politik yang dilakukan calon petahana di Pilkada Jakarta 2017.
Menjawab tudingan Timses Anies - Sandiaga, Ahok menerangkan pembagian KJP di kantor wali kota pada hari libur kerja karena ada sekitar 190 ribu KJP yang belum dibagikan pada periode Desember 2016 hingga Januari 2017.
"Sekarang kalau ngomong politis, kenapa nggak bilang itu politis juga, ada 190 ribu KJP yang nggak dibagikan tahun lalu. Jadi Desember itu banyak orang nggak dapat KJP sampai Januari," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Ahok menjelaskan, KJP baru dibagikan akhir pekan lalu karena ada keterlambatan penyedia kartu untuk KJP. Begitu KJP sudah tersedia dan siap dibagikan, Bank DKI, dikatakan Ahok langsung memberikan pada mereka yang tidak mendapat KJP pada periode itu.
"Kenapa nggak dibagi? Ada masalah lelang. Penyuplai kartu telat. Nah sekarang (KJP) sudah masuk, tentu dia (Bank DKI) mesti ngejar dong ketinggalannya tahun lalu. Ini bukan barang baru lho, ini yang tertunda di Desember dan Januari," kata Ahok.
Menurut Ahok, yang seharusnya dirugikan adalah dirinya. Karena pembagian KJP yang seharusnya bisa dilakukan akhir tahun lalu baru dibagikan pada akhir Februari 2017.
"Itu kan merugikan saya dong, kan pemilihan 15 Februari, gara-gara orang banyak nggak dapat KJP berarti saya rugi," ujar dia.
Kemudian, Ahok mengatakan tidak semua penerima KJP mau memilihnya dalam Pilkada Jakarta 2017. Mereka yang mendapat KJP juga ada yang tidak menyukainya kembali memimpin Jakarta periode 2017-2022.
"Kamu kira yang dapat KJP nggak ikut demo saya? Banyak yang dapat KJP demo saya nggak milih saya. Itu di Luar Batang, di Pasar Ikan yang tinggal di rusun semua anak dapat KJP kok. Pilih saya nggak? Nggak tuh," kata Ahok.
Baca Juga: Ahok Kumpulkan Pasukan Oranye dan Biru, Sore Ini
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Mohamad Taufik menyayangkan pembagian KJP dilakukan Bank DKI pada saat masa-masa Pilkada. Dia meminta seluruh instansi dan pejabat di DKI tidak terjun dalam aktivitas politik selama Pilgub DKI.
"Ya ada etikalah, menurut saya, apalagi kemarin itu KJP kan itu dicairkannya dikumpulkan orang hari Minggu. Saya telepon Wali Kota Jakarta Selatan, dia bilang dia nggak tahu menahu, dia bilang itu Bank DKI," kata Taufik di posko pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/2) lalu.
"Saya kira Bank DKI kan hari Minggu tutup. Jadi aneh-aneh saja yang dilakukan untuk memenangkan dengan berbagai macam cara. Saya kira nggak eloklah cara-cara begitu," Taufik menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal