Suara.com - Rika, warga rumah susun sederhana sewa Tambora, Jakarta Barat, mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Perempuan berusia 44 tahun itu mengaku dimintai uang Rp4 juta apabila mau berdagang di Jalan Cengkeh, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Sebelum mengadu ke Ahok, Rika terlebih dahulu mengantre dengan barisan warga yang ingin mengadu ke gubernur Jakarta di pendopo Balai Kota DKI, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017).
"Pak saya mau dagang di (jalan) Cengkeh. Tapi malah diminta Rp4 juta pak," ujar Rika ke Ahok.
Kepada Ahok, Rika menjelaskan dimintai uang Rp4 juta oleh oknum paguyuban pedagang Cengkeh. Padahal, dia sangat membutuhkan lapak untuk berdagang guna menghidupi kebutuhan keluarga.
"Saya mau dagang pak. Kalau diminta Rp4 juta saya mau bayar pakai apa. Saya ini kan dagang mau cari duit, tapi malah dimintain duit," kata Rika.
Mendengar aduan Rika, Ahok meminta salah seorang stafnya bernama Natanael untuk menindak lanjuti laporan tersebut.
"Coba ini kamu urus. Ibu nanti ke Pak Nael saja," kata Ahok.
Kepada wartawan Rika menerangkan sebelumnya telah berdagang di Pasar Pagi, Kota Tua sejak tahun 1998. Karena di sana sudah sepi pembeli, Rika kemudian ingin berdagang di Jalan Cengkeh.
"Dua hari lalu saya mau jualan, tpai langsung ada paguyuban yang kasih informasi bisa masuk situ tapi harus bayar dulu Rp4 juta ke paguyuban. Teman saya sudah ada yang jualan dan bayar Rp4 juta," kata dia.
Baca Juga: Dimintai Rp20 Juta oleh Oknum, Warga Ini Mengadu ke Ahok
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati