Suara.com - Ingin tahu siapa salah satu tokoh yang punya banyak peran di balik pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Raja Arab Saudi, Salman Abdul Aziz Al Saud?
Dialah M. Sahrul Murajjab. Tugas Sahrul adalah menjadi penerjemah Presiden Jokowi!
Semenjak dipilih untuk menjadi penerjemah Presiden, Sahrul mengakui banyak perhatian publik tertuju padanya.
"Kaget. Buka FB akun saya penuh dengan "gembrudugnya" notifikasi dan ratusan permintaan pertemanan," tulis Sahrul di Facebook. Sahrul kini menjabat Diplomat at Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia.
Mantan mahasiswa jurusan Pendidikan dan Pemikiran Islam dari Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, Jawa Barat, mengapresiasi perhatian netizen yang begitu besar.
"Untuk hal yg terakhir, saya berupaya untuk tdk menolak siapapun untuk menjadi teman meskipun saya tidak yakin bisa merawatnya. Maaf, saya tidak terlalu aktif di dunia FB," tulis suami dari Santy Martalia Musa.
Sahrul tak dapat menyembunyikan rasa syukur karena dipercaya menjadi orang yang turut terlibat menjembatani komunikasi antara kedua tokoh dunia. Apalagi peristiwa pertemuan Jokowi dan Raja Salman menjadi perhatian dunia.
"Sebagai manusia biasa saya tdk memungkiri adanya rasa senang atas mengalirnya apresiasi & "pengakuan" dari bapak/ibu/rekan sekalian. Tapi sejujurnya, saya juga khawatir atas ekspektasi atau penilaian yg terlalu tinggi atas diri saya," tulis Sahrul.
Sahrul merendah dengan kemampuan yang dia miliki.
Baca Juga: Penjelasan Lengkap Pengacara Bachtiar Nasir Soal "Kasus Ditutup"
"Sesungguhnya saya belum apa-apa. Berkesempatan menjadi penerjemah Presiden juga sejatinya bukan capaian yg layak dipuji secara berlebihan. Ada banyak orang yg jauh lebih hebat baik di bidang penerjemahan maupun hal lainnya," Sahrul menambahkan.
"Sahabat sekalian, saya ucapkan apresiasi & terimakasih banyak atas dukungan dan doa-doanya. Semoga kebaikan & keberkahan juga terlimpah kepada sahabat sekalian. Mohon maaf atas segala hal yg kurang berkenan dari saya," tulis Sahrul.
Kunjungan Raja Salman ke Indonesia dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral dilakukan pada Rabu (1/3/2017) sampai Kamis (9/3/2017). Raja Salman di Jakarta pada 1-3 Maret, dilanjutkan ke Bali pada 4-9 Maret.
Berita Terkait
-
8 Fakta Usai Jokowi Jalani Pemeriksaan di Mapolresta Solo Terkait Kasus Ijazah Palsu
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden
-
Transjakarta Berduka dan Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Maut di Pondok Labu ke Polisi
-
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat
-
Anggota Komisi III DPR: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim MK!
-
SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
-
Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
-
Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'
-
MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
-
Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
-
Nasib Tragis Sutaji, Pemuda Pondok Labu Tewas Terlindas Transjakarta di Depan Bus Stop Taman DDN