- Mantan Presiden Jokowi diperiksa tambahan 2,5 jam di Mapolresta Solo pada 11 Februari 2026 sebagai saksi pelapor.
- Pemeriksaan tambahan ini fokus mengklarifikasi materi perkuliahan dan skripsi Jokowi di Universitas Gadjah Mada.
- Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara (P19) yang ditangani Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu.
Suara.com - Mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjalani pemeriksaan tambahan di Mapolresta Solo pada Rabu, 11 Februari 2026 selama sekitar 2,5 jam.
“Ya ada pemeriksaan tambahan,” ujar Jokowi usai menjalani pemeriksaan, dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Pemeriksaan ini terkait dengan laporan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah mengenai tudingan ijazah palsu yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya.
“Sore ini Pak Jokowi sebagai warga negara yang baik tentunya memenuhi panggilan dari para penyidik sehubungan dengan pelaporan polisi yang kami ajukan pada Polda Metro Jaya," jelas Yakup Hasibuan, Kuasa Hukum Jokowi.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta usai pemeriksaan tersebut:
1. Status sebagai Saksi Pelapor
Jokowi hadir di Mapolresta Solo bukan sebagai terlapor, melainkan sebagai saksi pelapor.
Kehadirannya bertujuan untuk memberikan keterangan tambahan guna melengkapi berkas perkara yang sedang ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya.
2. Pemeriksaan Selama 2,5 Jam dengan 10 Pertanyaan
Jokowi tiba di Mapolresta Surakarta (Solo) sekitar pukul 15.55 WIB, masuk pukul 16.00 WIB, dan baru keluar dari gedung utama sekitar pukul 18.50 WIB. Total pemeriksaan berlangsung kurang lebih selama 2,5 jam.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengungkapkan bahwa kliennya menjawab sekitar 10 pertanyaan terkait pengembangan kasus yang sedang diselidiki.
Baca Juga: Desak Pemerintah Bersihkan Oligarki, GMKR Tuntut Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi
Namun, dari pertanyaan tersebut berkembang menjadi banyak sub-pertanyaan yang mendalam untuk mengklarifikasi fakta-fakta yang dibutuhkan penyidik.
3. Fokus pada Masa Kuliah dan Skripsi di UGM
Materi pemeriksaan kali ini membahas rekam jejak akademik Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Penyidik melontarkan pertanyaan mendalam mengenai:
- Proses perkuliahan dari awal hingga lulus.
- Alur pembuatan dan penyusunan skripsi.
- Proses persidangan skripsi hingga mendapatkan ijazah.
4. Alasan Pemeriksaan di Solo
Meski kasus ini dilaporkan dan ditangani oleh Polda Metro Jaya, pemeriksaan dilakukan di Solo karena alasan efisiensi.
Tim penyidik Polda Metro Jaya kebetulan sedang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk mengumpulkan keterangan saksi lain, sehingga mereka meminjam tempat di Mapolresta Solo untuk memeriksa Jokowi.
5. Melengkapi Berkas P19 untuk Kejaksaan
Pemeriksaan tambahan ini dilakukan atas instruksi Jaksa Peneliti (Kejaksaan) karena berkas perkara sebelumnya dinyatakan belum lengkap (P19).
Keterangan Jokowi diperlukan agar berkas bisa segera dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke pengadilan.
6. Melibatkan 8 Orang Tersangka
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 8 orang tersangka yang terbagi dalam dua klaster.
Klaster pertama, yaitu Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, Muhammad Rizal Fadillah, dan Damai Hari Lubis.
Klaster kedua, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifa (Tifauziah Tyassuma).
Namun, pada 16 Januari 2026, Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
7. Pasal yang Dijerat kepada Roy CS
Secara umum para tersangka dijerat Pasal 27A dan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 310 dan/atau 311 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.
Sesuai dengan perbuatannya, para tersangka tersebut dibagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama turut dijerat Pasal 160 KUHP dengan tuduhan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.
Sementara itu, klaster kedua dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait dugaan menghapus atau menyembunyikan serta memanipulasi dokumen elektronik.
8. Pernah Diperiksa Sebelumnya
Pemeriksaan pada 11 Februari 2026 ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada Juli 2025, Jokowi juga pernah menjalani pemeriksaan awal sebagai saksi pelapor di lokasi yang sama terkait kasus yang sama.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Desak Pemerintah Bersihkan Oligarki, GMKR Tuntut Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi
-
Bonatua Klaim Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Buntut Saling Sindir Purbaya-Trenggono, Analis Ingatkan Persepsi Publik Kabinet Tak Kompak
-
Demokrat Dukung Langkah 'Bersih-Bersih' Prabowo, Herman Khaeron: Pejabat Kotor Hambat Ekonomi
-
Bawa Nasi Tumpeng, Warga Pati Syukuran di KPK Usai Sudewo Ditahan
-
Giliran Ojol Jadi Korban Jalan Berlubang di Grogol, Pramono Anung Hingga Bina Marga Minta Maaf
-
Teguran Keras Jaksa Agung: Stop Euforia Mewah di Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset Kejaksaan!
-
KCIC Gandeng Trip.com, Tiket Whoosh Kini Bisa Dipesan Secara Global
-
Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI
-
Detik-detik Penangkapan 2 Warga Citayam Pencuri Kabel Kereta Api Bertegangan Tinggi
-
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang