Suara.com - Sebanyak enam Raja Maluku menyatakan tersinggung atas ulah akun Facebook Indrisantika Kurniasari yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai raja kodok. Mereka melaporkan akun tersebut kepada Bareskrim Polri dan berencana menemui Presiden Jokowi.
Pasalnya, penyematan baju kebesaran dan gelar adat tertinggi kepada Jokowi dilakukan oleh Raja-raja Maluku yang dipimpin oleh Raja Ibrahim M.H. Wokas.
"Agar apa yang menjadi viral saat ini bisa dijelaskan dan disampaikan oleh Bapak Presiden kepada bapak Latupati, ini kan juga tanggung jawab moral mereka, inikan sebab akibat dari apa yang diberikan para Letupati kepada presiden, dan itukan yang menyebabkan beliau dihina sebagai Raja kodok," kata Pengacara Raja Maluku, Djamaluddin Koedoeboen di Hotel Maluku, Jalan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).
Kata Djamaluddin, pihaknya berencana terlebih dahulu akan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi. Dan dia berharap, Jokowi dengan senang hati untuk menerima para Raja yang dengan susah payah datang dari Maluku.
"Kita rencana hari Senin kirim surat ke Bapak Presiden, Para Bapak Latupati ini berharap Presiden bisa menyahuti dan merespon dengan baik," katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Latupati, Raja Ibrahim M.H.Wokas, yang berharap Jokowi menerima kehadiran mereka di istana. Dia bahkan rela datang lagi, jika surat yang mereka kirim tidak cepat dibalas oleh Presiden Jokowi.
"Itu kan baru proses, jadi mungkin besok kami akan buat surat dulu, ditujukan kepada presiden di istana, bagaimana jawaban dari istana, kami akan balik kesin, jalau ada balasan, tapi kami balik dulu (ke Maluku)," katanya.
Lebih lanjut Djamaluddin berharap agar Presid Jokowi turun tangan dalam menanggapi penghinaan yang dilakukan Indrisantika Kurniasari kepada para Raja Maluku dan dirinya.
"Iya tentu, menjadi sebuah penghargaan bagi raja-raja, kan kalau dipikir-pikir, mereka dari sana kesini begitu jauh, meninggalkan segala urusan mereka hanya datang ingin menunjukkan tangung jawab moral mereka terhadap apa yang diberikan kepada bapak presiden," katanya.
"Harus, ya harus (turun tangan Presiden), kalau nggak, ini kan soalkeamanan negara ini, ini pelanggaran, juga soal rasisme," kata Djamaluddin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel