Suara.com - Muhammad Nazaruddin adalah orang yang bernyanyi pertama kali tentang adanya keterlibatan orang-orang besar dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (e-KTP). Tidak hanya menyebut nama Ketua DPR RI saat ini, Setya Novanto dan Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dia juga sempat menyinggung nama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono diduga terlibat menikmati uang haram tersebut.
KPK memang mengakui peran Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut dalam kasus yang anggaran proyeknya mencapai Rp5,9 triliun.
"KPK banyak mendapatkan informasi berharga dari Nazar," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi, Rabu (8/3/2017).
Namun, meski mendapat banyak informasi yang membuka jalan untuk menemukan tersangka baru dalam kasus yang diduga kerugian negaranya mencapai Rp2,3 triliun tersebut, KPK tidak semata-mata hanya berpatokan pada 'nyayian' Terpidana kasus wisma atlet tersebut. KPK tetap meminta informasi dari para saksi lainnya, termasuk 23 anggota DPR RI, meskipun yang memenuhi panggilan KPK hanya 10 orang saja. Dengan demikian, keterangan Nazaruddin tidak menjadi bukti tunggal.
"Keterangan Nazar itu keterangan awal yang cukup penting bagi KPK, yang akan kita sampaikan nanti ketika sudah lakukan klarifikasi dan pengecekan. Keterangan saksi lain untuk mencari kesesuaian mana saja informasi yang didukung informasi yang kuat," katanya.
Untuk diketahui, pada saat proyek e-KTP terjadi, Anas Urbaningrum duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR. Dan Nazaruddin mengatakan Bekas bosnya tersebut menjadi otak dari proyek yang ditentang keras oleh Gubernur DKI Jakarta Nonaktif saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat itu, SBY menjabat sebagai Presiden RI keenam sekaligus merangkap Ketua Umum Partai Demokrat.
Kasus ini akan mulai disidangkan, Kamis (9/3/2017) besok dengan agenda pembacaan surat dakwaan dua tersangka Irman dan Sugiharto. Irman adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen.
Keduanya sudah mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang membantu penegak hukum untuk membongkar perbuatan pidana terkait kasus ini. Berdasarkan hasil keterangan keduanya, disebutkan peran sejumlah tokoh besar dalam kasus tersebut.
Seperti Setya Novanto yang juga menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar periode 2011-2012, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, anggota Komisi II DPR Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2009 dan 2009-2013 Ganjar Pranowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!