Pakar media sosial dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Jati mengometari aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Pahinggar Indrawan pada Jumat (17/3/2017) kemarin. Menurut Wasisto, aksi bunuh diri yang disiarkan melalui media sosial untuk menunjukkan eksprsi depresi sosial dari sesorang.
"Itu kan bentuk ekpresi depresi sosial dari masyarakat yang sebenarnya ingin mendapatkan atensi," katanya saat dihubungi, Sabtu (18/3/2017).
Wasisto menambahkan, dengan kurangnya perhatian dari keluarga atau kerabat, membuat seorang menjadikan media sosial sebagai sarana untuk pelampiasan.
"Hal itulah yang kemudian mendorong media sosial justru menjadi alat pelampiasan tersebut," kata Wasisto.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa fenomena bunuh diri dengan menjadikan media sosial sebagai saran penyebarannya termasuk dalam kategori kekerasan digital. Dan dia menilai, fenomena seperti itu sedang bertumbuh saat ini.
"Itu juga bentuk eksistensi kekerasan digital yang kini sdang muncul," katanya
Dia pun menyarankan kepada masyarakat, khususnya pengguna media sosial agar menggunakan media sosial dengan bijaksana. Namun, dia melihat, motif masyarakat selama ini memakai media sosial hanya untuk eksistensi semata.
"Saya kira ini kembali lagi motif masyarakat kita dalam menggunakan medsos. Selama ini kan, medsos hanya dipakai sebagai ajang eksistensi. Namun ternyata pengertian eksistensi itu tidak terkontrol dan meluas," katanya.
Diketahui, Pahinggar Indrawan atau Indra meninggal bunuh diri di Rumahnya, Jalan Kemenyan Nomor.5, RT 8 RW 5, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Aksinya tersebut, direkamnya secara langsung melalui media sosial Facebook.
Baca Juga: Kemenkominfo Minta Setop Penyebaran Video Bunuh Diri Indrawan
Sebelum bunuh diri, dengan cara gantung diri di ruangan gudang rumahnya, Indra terlibat percekcokan dengan istrinya pada Jumat pagi (17/3/2017). Namun, hal itu diselesaikan oleh Ketua RT 8, M Sidik. Ternyata, perdamaian diantara keduanya tidak menyelesaikan masalah, sebab, tak lama setelah itu, Indra melakukan aksinya tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis