Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas meminta Presiden Jokowi untuk membentuk tim gabungan dalam mengusut kasus penyiraman Novel Baswedan dengan menggunakan air keras. Menurutnya dalam tim tersebut harus diisi oleh pihak-pihak yang berasal dari berbagai instusi terkait dan juga masyarakat sipil.
"Mudah-mudahan Presiden Jokowi bisa segera ambil langkah membentuk tim gabungan antara Polri dengan unsur-unsur masyatakat lainnya untuk memburu siapa pelakunya," katanya dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2017).
Dia menilai serangan yang menimpa Novel bukanlah serangan terhadap pribadi, melainkan sebagai bentuk serangan kepada KPK. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah serius dalam menangani kasus tersebut hingga tuntas.
"Kali ini negara jangan hanya basa basi, jangan cari muka, tetapi segera bentuk tim gabungan," kata Busyro.
Posisi Novel sebagai Kepala Satuan Tugas penyidikan kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik disebut Busryo tidak terlepas dari motif serangan tersebut. Dia pun menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kebiadaban yang ditunjukkan oleh pelakunya.
"Peristiwa tadi pagi merupakan kebiadabaan, bahkan saya berikan satu statement merupakan terorizing melalui kekerasan yang direncanakan dengan menggunakan air keras," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Buru Bukti Korupsi Pajak, KPK Bidik Kembali Keterangan Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima
-
Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI
-
Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat
-
dr Tifa Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Masih Sempat Ujian S3 FKUI dari Kantor Polisi!
-
Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!
-
'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21
-
Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG