Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi tidak menunggu hasil gugatan praperadilan yang disampaikan tersangka Miryam S Haryani, untuk terus mnegusut kasus dugaan memberikan keterangan tidak benar di muka persidangan. Hari ini, KPK pun melakukan penggeledahan di rumah Miryam di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
"Hari ini kita juga melakukan penggeledahan penyidikan. Tentu itu tidak menunggu praperadilan selesai. Jadi, praperadilan yang sudah didaftarkan, kita tunggu informasinya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).
Namun begitu, kata Febri pula, sejauh ini belum diketahui hasil dari penggeledahan tersebut.
"Yang bisa kami konfirmasi sore ini adalah (bahwa) benar ada kegiatan penggeledahan, salah satunya di rumah tersangka di Tanjung Barat. Apa saja yang didapatkan di sana, bukti yang kita sita, nanti kita akan sampaikan," katanya.
Meski terus melakukan penggeledahan, KPK belum bisa memastikan kapan Miryam akan dipanggil lagi.
"Nanti kami sampaikan lebih lanjut kapan pemanggilan yang akan dilakukan," kata Febri.
KPK sudah dua kali memanggil Miryam. Namun, tak satu pun yang dipenuhi oleh politikus Partai Hanura tersebut. Pada panggilan pertama, Miryam berhalangan hadir karena dinas di luar kota, sementara pada panggilan kedua karena sedang sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai