Senada dengan Wahyu, Vita seorang mahasiwa salah satu perguruan tinggi di Kulonprogo saat di jumpai di seputaran alun – alun kota Wates juga mengatakan tak mengetahui tentang perda tersebut.
“Waduh apa ya, nggak tahu itu,” kata mahasiswa bernama Vita.
Sementara itu, berbeda dengan Wahyu dan Vita, Wawan, seorang karyawan perusaan swasta justru mengaku mengetahui tentang Perda KTR. Namun saat ditanya lebih lanjut tentang perda tersebut Wawan juga tak mengetahui dengan pasti.
“Kalau aturan keseluruhannya saya kurang paham, yang jelas kalau di lingkungan kantor, lingkungan sekolahan gak boleh merokok, kalau lainnya saya kurang tahu, kalau disini kan harusnya juga gak boleh karena lokasi oleh raga dan tempat umum (alun – alun Wates), tapi kan gak ada tempat khusus untuk merokoknya. Sebenernya Perda itu bagus tapi seharusnya pemerintah juga menyediakan tempat khusus untuk merokok, tapi ini kan banyak yang gak disediakan,” ujar Wawan, karyawan salah satu perusahaan swasta.
Jika Pemda Kulonprogo ingin serius dalam mengimplementasikan undang – undang kesehatan seharusnya pemerintah bersama jajarannya juga harus bersikap adil terhadap perokok, salah satunya dengan menyediakan tempat yang layak untuk merokok. [Wita Ayodhyaputri]
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa Sulit Berhenti Merokok? Dokter Sebut Gejala Sakau Jadi Musuh Terbesar
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
-
Viral Main Gim dan Merokok Saat Rapat, Achmad Syahri Kena Teguran Keras
-
Ayah Achmad Syahri DPRD Jember Juga Pernah Viral: Tidur saat Rapat, Punya 3 Istri
-
Achmad Syahri Assidiqi Lulusan Mana? Politisi Gerindra Asyik Merokok dan Main Gim saat Rapat
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar