Suara.com - Kabar meninggalnya Sodimejo atau Mbah Gotho, yang diklaim sebagai manusia tertua di dunia asal Dukuh Segeran, Cemeng, Sragen, Jawa Tengah, tak hanya jadi buah bibir di lingkup nasional.
Sejumlah media asing ternama, seperti Independent, BBC, Telegraph, Channel News Asia, dan lain-lain juga turut menyoroti berita Mbah Gotho yang wafat di usia 146 tahun pada, Minggu (30/4/2017).
Media Independent misalnya, mengangkat judul, "World's oldest man dies in Indonesia 'aged 146',".
Media yang berbasis di London, Inggris, ini juga membandingkan usia Mbah Gotho dengan manusia tertua di dunia yang tercatat di Guinness World Records, Jeanne Louise Calment.
Perempuan berkebangsaan Prancis itu tercatat hidup hingga usia 122 tahun, dan meninggal di tahun 1997.
Dilansir juga oleh Independent, sejumlah orang juga mengklaim pernah mengalahkan rekor Calment, diantaranya lelaki asal Nigeria, James Olofintuyi, yang mengklaim hidup hingga usia 171 tahun.
Selain itu, ada pula Dhaqabo Ebba dari Ethiopia, yang mengklaim usianya mencapai 163 tahun. Namun, klaim mereka tak bisa diverifikasi karena tidak ada bukti dokumen otentik.
Mbah Gotho meninggal di rumahnya karena sakit pada akhir pekan lalu, sekitar pukul 17:45 WIB. Mbah Gotho dimakamkan di Tempat Pemakaman Tanggung, Desa Plumbon, Kecamatan Sambung Macan. Lokasi ini sekitar 300 meter dari kediaman Mbah Gotho.
Mbah Gotho lahir pada 31 Desember 1870. Sepuluh saudara kandungnya sudah meninggal lebih dulu. Kelima istri Mbah Gotho telah semua.
Baca Juga: Kontroversi Azis Jadi CdM Indonesia, Ini Kata Kemenpora
Begitu juga dengan semua anaknya, sudah meninggal lebih dulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara