Suara.com - Polda Metro Jaya tengah mencari provokator atas peristiwa pembakaran karangan bunga di depan Kantor Balai Kota, Jakarta, beberapa waktu lalu. Karangan bunga itu milik Basuki Tjahaja Purnama.
Kepala Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, bila ada rekaman yang menayangkan detik-detik sebelum aksi itu terjadi, hal itu akan membantu polisi dalam pengungkapannya.
"(Provokator) masih kita identifikasi. Kalau ada rekamannya, bagus," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Saat ini, Polisi akan menyelidiki kasus pembakaran karangan bunga ini. Termasuk, ada tidaknya tindak pidana dalam kasus tersebut.
"Nanti kita tunggu dari hasil penyelidikan berkaitan dengan pembakaran bunga apakah ada yang nyuruh, apakah itu bagian dari kegiatan unras, dari kelompok mana, dari daerah mana. Masih kami identifikasi," tuturnya.
Sebelumnya buruh yang membakar karangan bunga itu mengaku pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Mereka sudah melakukan kontrak politik dengan Anies-Sandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan
-
Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan
-
Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal
-
'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda