Suara.com - Karangan bunga bernada simpati untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, ternyata juga "bermekaran" melingkari Monumen Perjuangan Polri di Jalan Polisi Istimewa, Surabaya.
"Dari semula cuma dua karangan bunga yang terpampang di salah satu sudut monumen itu tadi pagi, sekarang sudah mencapai belasan," ujar Ahmad, pengelola usaha karangan bunga FF Florist Gresik, saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (3/5/2017).
Sedikitnya empat karangan bunga tertanda dibuat oleh FF Florest Gresik, yang menurut Ahmad, dipesan oleh sejumlah pengusaha asal Gresik, Jawa Timur, di lokasi itu. Para pemesan menurutnya selama ini memang sudah menjadi langganannya.
"Ada empat pengusaha yang pesan ke saya kemarin. Masing-masing dua orang pesan kemarin siang. Tadi malam tambah dua orang lagi yang pesan," katanya.
Ahmad mengaku lantas memajangnya di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Rabu pagi. "Tadi pagi waktu saya pajang, cuma ada dua punya saya saja. Lalu saya pasang dua lagi dari pemesan lainnya," katanya.
Terhitung Rabu sore, sebagaimana dilansir Antara, sedikitnya sudah terpajang 15 karangan bunga lainnya yang mengelilingi Monumen Perjuangan Polri Surabaya.
Ahmad mengatakan, empat orang pemesan karangan bunga yang menunjukkan rasa simpatinya terhadap pasangan Badja (Basuki-Djarot) yang gagal terpilih kembali dalam Pilkada DKI Jakarta tersebut memang sudah menjadi langganannya sejak lama.
"Ya, biasanya empat pengusaha ini selalu pesan karangan bunga ke saya kalau ada acara di perusahaannya," katanya.
Tidak seperti FF Florist Gresik yang mencantumkan nomor telepon seluler pada karangan bunga di monumen itu, karangan bunga lainnya tidak mencantumkan identitas pembuatnya. Hanya ada identitas pemesan yang terlihat mengatasnamakan komunitas.
Beberapa di antaranya tercatat berasal dari Komunitas Arek Suroboyo Pendukung Badja; Non-Prabowo Group; Karman Group; Kopie Koe Group; Kaum Waras Pencinta dan Pembela NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Indonesia Bersatu; serta Rakyat Surabaya Pendukung Badja. Ada juag dari NCIM Group; Salam Tiga Dara Badjaers; serta sebuah karangan bunga mengatasnamakan dari seseorang bernama Soebiantoro.
Seluruh karangan bunga tersebut berisikan seruan simpati terhadap pasangan Badja. Salah satunya bertuliskan: "Engkau sudah menginspirasi banyak hal buat kami, lanjutkan langkahmu, jangan gentar demi NKRI."
Ada pula karangan bunga lainnya yang berisikan dukungan untuk TNI-Polri, yang salah satunya bertuliskan: "Pendukung Badja dukung Polri dan TNI melawan intoleransi."
Diketahui, karangan bunga jadi topik hangat bahkan objek foto populer beberapa hari terakhir, terutama setelah Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri sampai ribuan benda tersebut. Hingga, pada aksi buruh di peringatan Mayday, Senin (1/5) kemarin, sejumlah karangan bunga sempat dibakar oleh sebagian buruh yang berdemo.
Sementara itu, karangan bunga untuk Ahok-Djarot tampaknya tidak hanya dipajang di Jakarta. Selain Surabaya, di beberapa tempat lain sepeti Batam misalnya, juga sempat bermunculan foto-foto karangan bunga yang intinya memberikan simpati dan dukungan bagi pasangan Gubernur-Wagub DKI yang masih akan menjabat sampai Oktober 2017 itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo