Suara.com - Neno Warisman ikut aksi massa yang digalang Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Jumat (5/5/2017). Aksi tersebut intinya untuk menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum maksimal dalam perkara dugaan penodaan agama.
"Ya kami di sini, untuk majelis hakim memberikan ultra petitum kepada Ahok," kata Neno di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Neno mengatakan masyarakat dapat menerima jika majelis hakim menjatuhkan vonis lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.
Rencananya, GNPF akan aksi long march ke Mahkamah Agung usai salat Jumat. Perwakilan mereka akan bertemu MA.
Di sekitar Masjid Istiqlal, sebagian massa yang akan ikut long march sudah berdatangan.
Sebagian dari mereka membawa atribut berupa bendera. Mobil yang biasa untuk orasi juga sudah terlihat di sana.
Ferry Anggara (36) datang bersama istri dari Tangerang Selatan, Banten, untuk mendukung aksi.
"Saya datang sama istri, ikut aksi untuk majelis hakim nanti dapat berikan putusan sidang Ahok yang berat buat Ahok," kata Ferry.
Fitriani (25) datang dari Bekasi, Jawa Barat, ke Jakarta juga demi mendukung aksi.
Baca Juga: Neno Warisman Galang Dana Buat Buni Yani, Sudah Kumpul Rp23 Juta
"Ya, saya minta majelis hakim untuk putuskan menghukum Ahok yang setimpal dengan perbuatannya telah menodai agama islam, dan memakai hati nurani dalam memutuskan sidang nanti," ujar Fitriani.
Di sekitar masjid, saat ini terlihat aparat keamanan dari kepolisian dan tentara untuk berjaga-jaga karena kabarnya aksi tersebut akan didukung ribuan orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan