Suara.com - Meninggalnya mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden, yang begitu cepat di usia 35 tahun, menyisakan sesak yang mendalam di hati sang adik, Roger Lee Hayden.
Seperti diketahui, Nicky meninggal pada, Senin (22/5/2017), setelah kurang lebih enam hari koma akibat ditabrak mobil saat latihan dengan sepeda di Rimini, Italia.
Insiden itu membuat juara dunia MotoGP 2006 dan mantan rekan setim legenda balap motor Valentino Rossi tersebut menderita cedera serius di kepala dan dada.
Nicky sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Maurizio Bufalini, Cesena, untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Namun, takdir berkata lain. Pebalap yang dijuluki "The Kentucky Kid" itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada awal pekan ini.
Kabar meninggalnya Nicky membuat keluarganya, pebalap, dan seluruh tim MotoGP syok berat.
Lewat media sosial Instagram, pada Selasa (23/5/2017), Roger Lee Hayden pun menuliskan sebuah curahan hati yang mengharukan.
Melalui akun Instagram-nya, @rogerhayden95, Roger Lee yang juga pernah turun di ajang MotoGP, mengungkapkan masa-masa kenangan dan kerinduan bersama sang kakak, Nicky Hayden.
Baca Juga: Indonesia Kalah di Laga Pertama Piala Sudirman, Ini Kata Manajer
Berikut tulisan Roger Lee Hayden untuk mendiang Nicky Hayden.
"Nicky kakakku, kisah kita tidak seharusnya berakhir seperti ini. Kamu menjadi juara dunia untuk sebuah alasan. Aku tidak pernah bertemu orang yang punya hasrat membalap seperti kamu. Aku masih ingat kita tumbuh dewasa dengan berbagi kamar tidur dan kamu mempelajari hasil balapan sebelumnya dari catatan-catatan yang kamu tulis saat kita berusia 12-13 tahun.
Saya tidak akan pernah melupakan di hari Senin pagi setelah kamu memenangkan juara dunia, kamu membangunkanku dan mengajakku berlari. Itulah yang membuatmu berbeda dari orang lain dan juga menjadikanmu seorang legenda.
Aku lalu mengikutimu. Kamu membuat semua orang di sini jadi lebih baik, karena ketika kamu tidak ada di sini, kami berkendara atau bersepeda untuk mendekati jarak ketika kami berlomba lagi denganmu.
Kamu membuatku mencapai titik terbaik, tapi yang lebih penting, saya akan mengingat sosok kakak pada dirimu. Kau adalah pebalap legedan dan kakak.
Kamu selalu ada untukku tidak peduli apapun yang terjadi dalam hidupmu. Kamu selalu membantu, aku senang kamu bisa melihat performa terbaikku dalam beberapa tahun terakhir, bukan hanya di motor, tapi juga di luar lintasan.
Aku bisa duduk di sini dan bertanya-tanya mengapa sepanjang hari, tapi aku ingin bersyukur memiliki kakak sepertimu selama 33 tahun.
Jangan khawatir, para keponakan perempuanmu akan kujaga. Mereka takkan punya pacar sampai mereka masuk universitas, dan aku akan mengajari para keponakan laki-laki apa yang harus mereka lakukan demi menjadi seorang juara dalam hal apapun yang mereka putuskan.
Foto ini begitu spesial untukku, karena usai beberapa nasib tak beruntung dan saat tampaknya perebutan gelar dunia sudah berakhir, aku menarikmu seperti ini dan berkata padamu bahwa ini masih menjadi tahunmu, dan itulah hal pertama yang kaulakukan saat aku menemuimu di podium. Mengatakan hal yang sama padaku.
Bahkan dalam momen yang sangat berat ini, aku masih punya keyakinan, aku percaya jika Tuhan membawamu ke sana, maka Dia akan membawamu melewati segalanya. Semoga kita bisa berkendara bersama lagi. Aku menyayangimu. #letsgetit #69."
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%