Suara.com - Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, mengajak warga setempat mencegah kasus kekerasan terhadap anak agar generasi muda penerus bangsa di wilayah itu dapat bertumbuh tanpa ganguuan psikis maupun psikologi.
"Saya sangat berharap peran serta orangtua dan guru serta komponen masyarakat lainnya agar anak-anak dapat bertumbuh tanpa trauma akibat kekerasan," kata Yan di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis.
Menurut penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Jayawijaya itu, selain menghindari anak menjadi korban kekerasan, masyarakat juga harus mendukung peningkatan pendidikan anak baik di tingkat PAUD, TK dan seterusnya.
"Keberhasilan anak-anak tidak terlepas dari peran serta orangtua serta kualifikasi guru-guru yang mengajar," imbuhnya.
Dia juga mengharapkan peran serta berbagai yayasan atau lembaga pendidikan dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, dan berkarakter.
"Harapan saya, ke depan kita bisa melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, meski tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada proses namun harus dilakukan, karena yang bisa membuat mereka cerdas adalah kualitas dari guru dan orangtua itu sendiri," paparnya.
Menurut dia, para guru di Jayawijaya harus terus membangun berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka peningkatan kualitas anak didik.
"Kepada ibu-ibu Bhayangkari, anak-anak yang belum bersekolah di TK kita, agar dimasukkan sekarang," tandasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan