Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lantai 20 Blok G, Balai Kota DKI. Sidak itu untuk memeriksa kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS) saat ”hari kejepit nasional” (harpitnas), Senin (27/3/2017). [Suara.com/Bowo]
Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono menekankan bahwa langkah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengembalikan sisa uang operasional gubernur untuk Mei 2017 sebesar Rp1.287.096.775 merupakan hal yang wajar.
"Gubernur itu bisa menggunakan biaya operasional selama dalam posisi sebagai gubernur. Posisi Pak Ahok kan mengundurkan diri pada 23 Mei," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Sumarsono menambahkan Ahok sudah tidak menerima uang operasional gubernur sejak Selasa (9/5/2017) atau setelah majelis hakim memvonis Ahok bersalah dalam kasus penistaan agama.
"Sementara administrasi penanggungjawab BOP (biaya penunjang operasional) itu kan total, otomatis dikembalikan," kata Sumarsono.
Sumarsono mengatakan yang operasional yang telah dikembalikan Ahok, kini telah dimasukkan kembali ke kas daerah.
"Uang kembali ke kas daerah. Kalau nggak dikembalikan, dia harus kembalikan uang setelah audit BPK," ujar Sumarsono.
Informasi Ahok mengembalikan uang operasional ke pemerintah sebelumnya diungkapkan pengacara Ahok, Josefina A. Syukur.
"Gubernur itu bisa menggunakan biaya operasional selama dalam posisi sebagai gubernur. Posisi Pak Ahok kan mengundurkan diri pada 23 Mei," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Sumarsono menambahkan Ahok sudah tidak menerima uang operasional gubernur sejak Selasa (9/5/2017) atau setelah majelis hakim memvonis Ahok bersalah dalam kasus penistaan agama.
"Sementara administrasi penanggungjawab BOP (biaya penunjang operasional) itu kan total, otomatis dikembalikan," kata Sumarsono.
Sumarsono mengatakan yang operasional yang telah dikembalikan Ahok, kini telah dimasukkan kembali ke kas daerah.
"Uang kembali ke kas daerah. Kalau nggak dikembalikan, dia harus kembalikan uang setelah audit BPK," ujar Sumarsono.
Informasi Ahok mengembalikan uang operasional ke pemerintah sebelumnya diungkapkan pengacara Ahok, Josefina A. Syukur.
Uang tersebut telah ditransfer lewat rekening Bank DKI atas nama Biro Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!