Suara.com - Anggota panitia khusus revisi UU Anti Terorisme Bobby A. Rizaldi optimistis revisi kelar tahun ini. Pansus sudah menargetkan revisi rampung bulan November.
"Sekarang sudah sampai tahap pembahasan DIM oleh panja (bagian dari pansus) dengan pemerintah. Dengan dinamika pascakejadian bom Kampung Melayu, kami akan berusaha untuk mempercepat proses penyelesaian, yang terakhir dijadwalkan selesai sebelum bulan November 2017," kata Bobby di DPR, Senin (29/5/2017).
Dia menambahkan pansus berharap setelah revisi selesai, UU Anti Terorisme memperkuat upaya pencegahan terorisme, tapi tetap tidak melanggar HAM.
"Memang kelihatannya mudah, tapi dari struktur, sinkronisasi dan harmonisasi UU ini, ada beberapa hal teknis, yang perlu disempurnakan," katanya.
Politikus Partai Golkar menerangkan salah satu penyempurnaan yang belum selesai adalah definisi terorisme yang tidak ada sebelumnya apalagi definisi terorisme di seluruh dunia ternyata berbeda-beda.
"Kemudian soal pasal mengenai penahanan preventif dari 7 menjadi 30 hari, ramai diberitakan publik 'bakal' melanggar HAM. Lantas bila anak-anak terlibat teroris apakah me-refer ke UU sistem peradilan anak 2012 atau lex specialist. Belum lagi soal koordinasi, karena dalam UU ini belum dimasukkan tupoksi kewenangan BNPT, yang kelembagaan belum dibentuk dengan UU, dan lain-lain," kata dia.
Dia menambahkan saat ini pansus bukan hanya membahas DIM, tapi sistematika perubahan-perubahan UU ini yang memerlukan kajian referensi, masukan publik yang luas dari para stakeholder. Sehingga hasil akhirnya, UU ini bisa kita efektif tanpa mengurangi rasa keadilan dan tetap terlindungi HAM.
Bobby menerangkan pansus telah menggelar kajian dengan mengundang banyak stakeholder, mengunjungi semua gugus tugas penindakan teroris. Setelah itu, lanjut Bobby, masing-masing poksi atau fraksi mempelajari hasil kajian tersebut dan memberikan posisi politik nya dalam DIM.
"Sekarang DIM ini dibahas dengan pemerintah, dari kemenkumham, Polri, Jaksa Agung, TNI. Sekaranglah proses politiknya. Ini yang masih memerlukan waktu," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029
-
Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin
-
Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Polisi Ungkap Pola Pelaku Tawuran di Jakarta: Saling Tantang di Medsos hingga Konsumsi Obat Keras
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?