Suara.com - Anak perempuan berusia 11 tahun dipaksa menikah dengan lelaki yang memperkosanya. Lelaki itu memperkosanya pada usia 10 tahun, menikahinya di usia 11 tahun.
Pemaksaan untuk menikah itu dilakukan keluarga si bocah. Alasannya, tidak ingin berhadapan dengan hukum di Florida, Amerika Serikat.
Saat ini perempuan itu tengah hamil. Lelaki pemerkosa anak itu berusia 20 tahun.
Dalam pengakuannya kepada New York Times, bocah 11 tahun itu mengaku dipaksa menikah. Upacara sampai dokumen pernikahan didapatkan secara resmi di gereja distrik Pinellas.
"Saya dipaksa. Ibuku bertanya apakah aku ingin menikah. Saya jawab, tidak tahu, apa pernikahan itu? Apa yang saya lakukan setelah menjadi seorang istri," kata perempuan itu.
Pernikahan perempuan usia dini masih diizinka di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Padahal AS, salah satu negara yang getol kampanye anti pernikahan dini. Alasannya pernikahan dini pada anak termasuk pemerkosaan.
Kembali ke perempuan 11 tahun yang menikah dengan pemerkosanya. Dia mengaku hidup dalam mengerikan berumah tangga dengan pemerkosanya. Masa kecilnya berantakan.
Khusus di Florida, batas usia perempuan menikah adalah 16 tahun, itu pun harus mendapatkan izin dari orangtua. Namun hakim diberikan wewenang mengizinkan pernikahan anak di bawah 18 tahun. (Mirror)
Baca Juga: Kasus Percobaan Perkosaan Farah Dibba Siap Disidangkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender