Coordinator Safenet Damar Juniarto dan Dokter RSUD Kota Solok, Sumatera Barat, Fiera Lovita [suara.com/Bowo Raharjo]
Regional Coordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) Damar Juniarto belum melihat aksi nyata pemerintah untuk memberi perlindungan kepada orang-orang yang menjadi target dari persekusi karena setiap orang harus dijamin untuk dilindungi dengan asas praduga tak bersalah dan terhindar dari ancaman yang membahayakan jiwanya.
"Kita baru rasakan statement terakhir kali dari wakil presiden menyerukan agar persekusi ini tidak dilakukan, tapi yang kita butuhkan action-nya, yang kita tunggu tindakan," ujar Damar dalam konferensi pers Koalisi Anti Persekusi di kantor YLBHI, Jalan Pangeran Diponegoro, nomor 74, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
Menurut Damar aksi persekusi dapat dicegah dengan catatan kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika bertindak tegas. Kedua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk melacak siapa saja pengguna sosial media yang melakukan ujaran kebencian atau menakuti orang lain.
"Bagaimanapun juga mereka yang diburu ini melakukan postingan di sosmed, nggak bisa kominfo lepas tangan, bilang ini bukan wilayah dia. Jadi harus ada tindakan entah edukasi atau seruan," kata Damar.
Jika aksi persekusi tidak segera di tangan pemerintah, Damar khawatir akan semakin banyak jatuh korban.
Menkominfo Rudiantara diminta melakukan upaya untuk meredam persekusi memanfaatkan media sosial karena melanggar hak privasi dan mengancam kebebasan berekspresi
"Yang bisa dilakukan Kominfo adalah mencegah jangan sampai medseos malah jadi tempat suburnya persekusi," kata dia.
"Kita baru rasakan statement terakhir kali dari wakil presiden menyerukan agar persekusi ini tidak dilakukan, tapi yang kita butuhkan action-nya, yang kita tunggu tindakan," ujar Damar dalam konferensi pers Koalisi Anti Persekusi di kantor YLBHI, Jalan Pangeran Diponegoro, nomor 74, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
Menurut Damar aksi persekusi dapat dicegah dengan catatan kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika bertindak tegas. Kedua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk melacak siapa saja pengguna sosial media yang melakukan ujaran kebencian atau menakuti orang lain.
"Bagaimanapun juga mereka yang diburu ini melakukan postingan di sosmed, nggak bisa kominfo lepas tangan, bilang ini bukan wilayah dia. Jadi harus ada tindakan entah edukasi atau seruan," kata Damar.
Jika aksi persekusi tidak segera di tangan pemerintah, Damar khawatir akan semakin banyak jatuh korban.
Menkominfo Rudiantara diminta melakukan upaya untuk meredam persekusi memanfaatkan media sosial karena melanggar hak privasi dan mengancam kebebasan berekspresi
"Yang bisa dilakukan Kominfo adalah mencegah jangan sampai medseos malah jadi tempat suburnya persekusi," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Viral Sekelompok Orang Diduga Berzikir di Candi Prambanan, Pengelola Buka Suara
-
Dedi Mulyadi Berlutut di Depan Kereta Kencana: Antara Pelestarian Budaya dan Tuduhan Penistaan Agama
-
6 Kontroversi Lina Mukherjee, Dari Makan Babi Hingga Hamil di Luar Nikah!
-
Massa Yayasan Kesatria Keris Bali Geruduk DPRD Bali Soal Penistaan Agama di Kelab Atlas
-
Lina Mukherjee Bongkar Dugaan Suap Oknum Pengadilan Palembang Demi Vonis Ringan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan