Mantan direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) James Comey akan memberikan kesaksian di Kongres pada 8 Juni 2017. Informasi ini diumumkan oleh Komite Intelijen Senat AS, Kamis (1/6/2017).
Kesaksian tersebut merupakan yang pertama kalinya akan ia berikan sejak dirinya dipecat secara tiba-tiba oleh Presiden AS Donald Trump.
Comey kemungkinan besar akan mengeluarkan kesaksian soal apakah Trump sempat memintanya untuk menghentikan penyelidikan FBI menyangkut mantan penasihat keamanan nasional, Michael Flynn.
Namun, Comey hampir pasti tidak bisa membahas masalah rinci soal penyelidikan yang saat ini sedang dijalankan FBI, menurut laporan media setempat.
Pemerintahan Trump memecat Comey pada Mei dengan alasan penanganannya terhadap penyelidikan surat elektronik Hillary Clinton saat pemilihan presiden AS 2016. Namun, Trump sendiri telah beberpa kali mengatakan bahwa soal penyelidikan Rusia ada di pikirannya ketika ia mendepak Comey.
Comey dikabarkan menulis dalam sebuah memo bahwa Trump memintanya untuk menutup penyelidikan FBI terhadap mantan penasihat keamanan, Michael Flynn, yang juga merupakan salah satu pembantu senior Trump saat kampanye.
Di bawah tekanan berat, Departemen Kehakiman AS kemudian menunjuk mantan Direktur FBI Robert Mueller sebagai penasihat khusus untuk mengawasi penyelidikan terhadap hubungan tim kampanye Trump dengan Rusia.
Sebagai tanggapan, Trump berulang kali membantah ada persekongkolan antara tim kampanyenya dan Rusia.(Antara)
Baca Juga: Ternyata FBI Sudah Peringatkan MI5, Betapa Berbahayanya Abedi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara