Suara.com - Sebanyak 13 dari 16 pendaki gunung yang melakukan pendakian saat terjadinya letusan Gunung Marapi Sumatera Barat masih dalam pencarian oleh petugas posko pendakian.
Petugas Posko Pendakian Gunung Marapi, Rahmat mengatakan hingga saat ini ke-13 pendaki yang berada di puncak masih belum bisa dihubungi dan mereka berada dalam kondisi yang baik. Ia menyebutkan ketika mendapat laporan pihaknya sudah mengirim lima orang petugas untuk menyusul para pendaki masih berada di puncak.
"Berdasarkan kabar dari pendaki yang sudah turun, posisi mereka saat ini terpencar, ada yang di Tugu Abel, Taman Edelweis, dan hutan, tapi posisi pastinya belum ditemukan," katanya.
Selain itu Rahmat menyebutkan jalur pendakian akan ditutup sementara hingga kondisi gunung kembali aman untuk aktivitas pendakian. Salah seorang dari pendaki yang sudah turun, Dwi (22), mengatakan setelah terjadi letusan ia bersama dua orang lainnya langsung turun menuju posko.
"Sebelum kejadian letusan pertama, 13 orang di antara kami melanjutkan pendakian menuju puncak," katanya.
Ia mengatakan karena tidak ikut ke puncak maka mereka dapat langsung turun menuju posko ketika terjadi letusan pertama, sementara yang lain masih berada di atas. Ia menjelaskan rombongan naik pada hari Sabtu (3/6/2017) dengan jumlah 16 orang yang mana delapan orang berasal dari Pekanbaru, enam orang dari Teluk Kuantan dan dua orang dari Payakumbuh.
Sebelumnya Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini meletus mengeluarkan material debu vulkanik yang bertiup ke arah timur pada Minggu pagi.
Dari pantauan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi Sumbar di Bukittinggi, Minggu, letusan tercatat mulai terjadi pada 10.01.36 WIB dan pukul 10.22.41 WIB sehingga mengeluarkan asap warna abu-abu tebal dengan ketinggian mencapai 700 meter.
Kemudian pada pukul 10.50.32 WIB terjadi hembusan dengan asap berwarna putih ketinggian 100 meter dan tidak ada seismik dan pukul 11.26 WIB aktivitas mulai kembali normal. (Antara)
Baca Juga: Waspada, Gunung Marapi Dua Kali Meletus
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat