Ilustrasi garis polisi [suara.com/Nur Habibie]
Bocah perempuan berinisial A diduga diperkosa terlebih dulu sebelum dibunuh di rumahnya, Jalan Safir, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (3/6/2017), malam. Untuk memastikannya, Kepolisian Resor Jakarta Barat masih menunggu visum jenazah gadis berusia 13 tahun itu.
"Kami masih tunggu hasil visum ya terkait kemaluannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakara Barat Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, Senin (5/6/2017).
Polisi belum mau berandai-andai tentang siapa pelakunya.
"Saya tidak bisa berandai-andai karena belum jelas dan masih melakukan pemeriksan, tapi kemungkinan kenal," katanya.
Korban pertamakali ditemukan kakeknya sekitar pukul 18.30 WIB. Saat ditemukan, posisinya tergeletak di kamar dengan posisi tangan dan kaki diikat.
"Korban ditemukan di rumahnya lantai dua dalam keadaan kaki dan leher terikat tali rafia dan posisi miring," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Poltar L. Gaol, Minggu (4/6/2017).
Menurut hasil pemeriksaan fisik, polisi menemukan luka benturan di kepala dan kemaluan bocah tersebut terdapat bercak darah.
"Kami masih tunggu hasil visum ya terkait kemaluannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakara Barat Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, Senin (5/6/2017).
Polisi belum mau berandai-andai tentang siapa pelakunya.
"Saya tidak bisa berandai-andai karena belum jelas dan masih melakukan pemeriksan, tapi kemungkinan kenal," katanya.
Korban pertamakali ditemukan kakeknya sekitar pukul 18.30 WIB. Saat ditemukan, posisinya tergeletak di kamar dengan posisi tangan dan kaki diikat.
"Korban ditemukan di rumahnya lantai dua dalam keadaan kaki dan leher terikat tali rafia dan posisi miring," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Poltar L. Gaol, Minggu (4/6/2017).
Menurut hasil pemeriksaan fisik, polisi menemukan luka benturan di kepala dan kemaluan bocah tersebut terdapat bercak darah.
Komentar
Berita Terkait
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Heboh Dugaan Jaringan Pedofilia WNA Jepang di Blok M, Polda Metro Turun Tangan
-
Ahmad Doli Kurnia Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Asahan ke KPAI
-
Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi