Suara.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan kerinduannya untuk bisa membawa mobil lagi seperti dulu di Solo. Hanya saja, sekarang kondisinya tidak memungkinkan untuk leluasa menyetir mobil.
Lewat Facebook, Jokowi menceritakan bahwa sudah belasan tahun lamanya tak duduk di belakang setir mobil.
"Saya kerap tergoda untuk membawa mobil sendiri ke jalan raya, tapi tak memungkinkan," tulis Jokowi.
Kerinduannya sedikit terobati karena dia masih bisa membawa golf cart. Golf cart merupakan mobil mini yang biasanya dipakai untuk membawa pegolf di sekitar lapangan.
"Untunglah, di kompleks Istana Kepresidenan yang luas di Jakarta dan Bogor, ada golf cart, mobil-mobil listrik untuk berpindah dari satu pojok ke pojok lainnya," tulis Jokowi.
Jokowi mengatakan sering menjadi supir golf cart untuk tetamu yang datang.
"Misalnya, ketika Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Raja Swedia Carl XVII Gustav berkunjung ke sini, beberapa waktu lalu, saya mengemudikan golf cart untuk mereka," tulis Jokowi.
Lantas, Jokowi menganalogikan negeri ini sebagai mobil besar yang dia supiri. Dia harus membawa mubil ini sangat hati-hati.
"Indonesia ini ibarat mobil besar dan kebetulan saat ini sayalah sopirnya. Mobil ini harus dikemudikan secara berhati-hati melalui jalan yang berliku dan terjal, menembus hujan dan terik matahari, diawasi oleh orang-orang dan bangsa-bangsa lain. Mobil ini harus sampai ke tujuan dengan selamat sentosa," tulis Jokowi.
Jokowi mengakui memang tidak mudah: mobil bernama Indonesia sangat besar. Luasnya mencapai 5,1 juta kilometer persegi, penduduknya lebih dari 250 juta jiwa yang terdiri atas 714 suku bangsa dan menggunakan 1.100 bahasa daerah. Agama penduduknya pun berbeda-beda.
"Inilah takdir kita sebagai bangsa, keberagaman yang Allah berikan kepada kita adalah kodrat. Patut kita syukuri," tulis Jokowi.
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Jokowi Turun Gunung, Bakal Pidato Perdana Sebagai Ketua Dewan Penasehat di Rakernas PSI
-
Tim Peneliti Ijazah Jokowi Buka Suara, Sebut Dokumen KPU Harusnya Sah Diuji Publik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan