Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mochamad Iriawan di TPS 4 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Uang hasil merampok nasabah BCA bernama Davidson Tantono (30) sudah dibagi-bagikan ke anggota bandit dan sebagian sudah terpakai, kata Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, Senin (19/6/2017).
"Berbagai macam dia gunakan, beberapa ada di tempat wilayahnya, di tempat yang bersangkutan tinggal rumah dan barang lainnya," kata Iriawan di Jakarta Pusat.
"Berbagai macam dia gunakan, beberapa ada di tempat wilayahnya, di tempat yang bersangkutan tinggal rumah dan barang lainnya," kata Iriawan di Jakarta Pusat.
Namun, Kapolda tidak menjelaskan anggota bandit yang mana yang telah memakai uang untuk membeli rumah.
Empat bandit sudah dibekuk polisi, satu di antaranya mati ditembak karena melawan saat disergap, pekan lalu. Saat ini, polisi masih memburu kepala bandit.
Komplotan ini tercatat sudah puluhan kali melakukan perampokan. Mereka telah melakukan aksi di 23 lokasi. Perampokan dan pembunuhan terhadap Davidson di SPBU, Jalan Daan Mogot, kilometer 12, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Jumat (9/6/2017), merupakan aksi terakhir sebelum ditangkap polisi. Dalam aksi tersebut, mereka berhasil menggasak uang Davidson sebesar Rp350 juta.
"Kami tengarai yang bersangkutan sudah puluhan kali melakukan itu, nah ini poin untuk kami kembangkan untuk TKP lain, selain di Cengkareng itu," kata dia
Selain melacak keberadaan kepala bandit, penyidik juga tengah mendalami pemilik sebuah kamar apartemen di Jakarta Timur yang diduga dijadikan markas mereka.
"Kami akan mendalami apakah itu pemiliknya mereka atau yang lain," kata Iriawan.
"Itu kan bisa aja nyewa, nggak terlalu sulit apartemen ada yang tujuh juta, lima juta, kalau itu safe house-nya (markas) ya bisa menyewa apartemen itu," Iriawan menambahkan.
Cara beraksi
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dua pelaku punya peran vital dalam perampokan yang terjadi pada Jumat (9/6/2017), siang.
Salah satu tersangka tugasnya di dalam kantor bank dan memantau nasabah. Dia mengamati setiap pengunjung. Sampai akhirnya melihat Davidson yang ketika itu mengambil uang Rp350 juta di kantor BCA cabang Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Jadi, tersangka ini melakukan kegiatan mata-mata di situ. Artinya bahwa dia akan melihat, mengidentifikasi nasabah yang akan mengambil uang di situ. Kira-kira siapa di situ yang mengambil uang, ia kan tahu ciri-cirinya seperti apa. Orang itu hanya di dalam bank saja melihat," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/6/2017).
Tersangka yang bertugas memantau di sekitar tempat parkir kendaraan. Dia berkoordinasi terus dengan rekannya yang berada di dalam ruang tunggu nasabah.
"Kemudian, setelah dia mendapatkan sasaran, kemudian yang mata-mata memberitahukan temannya yang ada di parkiran bank. Dia akan menyampaikan ada yang identitasnya seperti ini. Nanti kemudian, yang di luar akan berperan sebagai penyebar paku, itu ada. Jadi nanti paku itu disebar, dan diletakkan di ban," kata Argo.
Ketika itu, Davidson membawa mobil Toyota Innova nomor polisi B 1136 GHY.
Paku yang ditebar ke bawah ban mobil milik Davidson sudah dimodifikasi sehingga setelah menembus ban, ban kempes ketika di tengah perjalanan.
"Pakunya itu bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi. Jadi kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempes. Jadi berapa menit gitu, pelaku sudah mempelajari. Nanti kempesnya sampai dimana dia sudah tahu," kata dia
Aksi kawanan perampok ini sudah teroganisir. Argo menyampaikan bila ada pelaku lain yang bertugas membuntuti mobil korban.
"Kemudian nanti nanti ada yang membututi, ada yang memberi tahu 'pak bannya kempes'. Lalu untuk yang kemarin, korban ini tak menghiraukan bannya kempes, tetap dia berjalan terus mencari tempat ramai dan masuk SPBU," kata dia
Salah satu tersangka tugasnya di dalam kantor bank dan memantau nasabah. Dia mengamati setiap pengunjung. Sampai akhirnya melihat Davidson yang ketika itu mengambil uang Rp350 juta di kantor BCA cabang Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Jadi, tersangka ini melakukan kegiatan mata-mata di situ. Artinya bahwa dia akan melihat, mengidentifikasi nasabah yang akan mengambil uang di situ. Kira-kira siapa di situ yang mengambil uang, ia kan tahu ciri-cirinya seperti apa. Orang itu hanya di dalam bank saja melihat," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/6/2017).
Tersangka yang bertugas memantau di sekitar tempat parkir kendaraan. Dia berkoordinasi terus dengan rekannya yang berada di dalam ruang tunggu nasabah.
"Kemudian, setelah dia mendapatkan sasaran, kemudian yang mata-mata memberitahukan temannya yang ada di parkiran bank. Dia akan menyampaikan ada yang identitasnya seperti ini. Nanti kemudian, yang di luar akan berperan sebagai penyebar paku, itu ada. Jadi nanti paku itu disebar, dan diletakkan di ban," kata Argo.
Ketika itu, Davidson membawa mobil Toyota Innova nomor polisi B 1136 GHY.
Paku yang ditebar ke bawah ban mobil milik Davidson sudah dimodifikasi sehingga setelah menembus ban, ban kempes ketika di tengah perjalanan.
"Pakunya itu bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi. Jadi kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempes. Jadi berapa menit gitu, pelaku sudah mempelajari. Nanti kempesnya sampai dimana dia sudah tahu," kata dia
Aksi kawanan perampok ini sudah teroganisir. Argo menyampaikan bila ada pelaku lain yang bertugas membuntuti mobil korban.
"Kemudian nanti nanti ada yang membututi, ada yang memberi tahu 'pak bannya kempes'. Lalu untuk yang kemarin, korban ini tak menghiraukan bannya kempes, tetap dia berjalan terus mencari tempat ramai dan masuk SPBU," kata dia
Komentar
Berita Terkait
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026