Suara.com - Budayawan Goenawan Mohamad melalui akun Twitter mengucapkan terimakasih kepada mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas ucapan selamat merayakan Idul Fitri kepada umat Islam.
"Pak Ahok tetap di hati jutaan orang. Terima kasih atas ucapan selamat lebaran. Mari saling memaafkan," tulis Goenawan Mohamad.
Ucapan selamat Lebaran disampaikan Ahok lewat orang kepercayaannya. Pesan tersebut diutarakan lewat Twitter @basuki_btp: "Kpd saudara2 muslim, selamat menikmati hari kemenangan, pererat tali silaturahmi, & kembali jadi fitri. Mohon maaf lahir & batin."
Sebagian warganet mengomentari cuitan Goenawan Mohamad yang dianggapnya berlebihan karena menyebut jutaan orang.
"Jutaan itu berapa?" tulis netizen.
Goenawan Mohamad tidak terpengaruh dengan menjawab cuitan tersebut. Justru warganet lain yang bersikap.
"Jutaan itu paling minimal nolnya ada enam. Kalo ribuan nolnya tiga. Kalo kupat isinya beras," tulis warganet.
Warganet yang mempertanyakan cuitan Goenawan Mohamad di-bully warganet yang lain.
"Kasihan ya, nggak tau jutaan itu berapa. Mungkin nggak pernah pegang/itung duit sampai jutaan," netizen menambahkan.
Warganet mengusulkan agar bagi yang tidak memahami maksud Goenawan Mohamad untuk diberikan pemahaman yang baik.
"Ya dibantu pemahamannya. Klo blm pernah. Ambil duit serebuan. Tambahin nol nya 3biji. Nah jutaan tuh spt itulah kurang lebih. Gimanaaa....?" tulis wargnet.
Tapi sebagian warganet tidak mau terbeka dengan gontok-gontokan. Mereka mengapresiasi sikap Ahok yang menghargai hari raya umat Islam.
"Walau sudah difitnah menistakan Islam smp msk penjara tapi BTP tdk dendam, dan tetap menyampaikan salam utk umat muslim yg mrayakan lebaran," tulis netizen.
Namun, ada netizen yang kemudian penasaran dengan aktivitas Ahok yang sekarang sudah ditahan di Mako Brimob, tetapi menurutnya masih bisa update Twitter.
"Ya sudah seharusnya dan bukan hal yg luar biasa, tp kenapa msh bisa main twiteryaaaa.. nanya sih," tulis netizen.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT