Suara.com - Kedatangan tujuh orang perwakilan GNPF MUI ke Istana Merdeka pada hari pertama Idul Fitri 1438H, Minggu (25/6/2017), mendapat sambutan baik Presiden Joko Widodo.
Bahkan, Wakil Ketua GNPF MUI Zaitun Rasmin, mengklaim presiden saat itu berjanji mengadakan dialog lanjutan dengan organisasi anti-Ahok yang dipimpin Bachtiar Nasir tersebut.
"Karena sudah dialog, kami ingin maju, dan mudah-mudahan setelah ini tidak lagi ada polemik siapa meminta siapa? Bapak presiden mengatakan kita bisa dialog berkali-kali setelah ini," katanya, dalam konferenai pers di AQL Islamic Center Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017).
Ziatun mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi soal pertemuan lebih lanjut tersebut karena ingin keadaan di Indonesia tetap aman.
Dengan demikian, kebijakan pemerintah dalam membangun negara tidak terganggu. Ia mengklaim, hal yang sama juga menjadi harapan GNPF MUI.
"Tapi kami jelas ingin negeri ini tenang, ingin ada kesejukan, ingin ada kondusifitas dalam pembangunan, sehingga segala hal yang bisa mengganjal akan diselesaikan," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum