Video tersebut lantas disebar ulang oleh akun @thenewbikingregetan.
"Saya Ari Safrizal Wildan, dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf kepada seluruh Brigadir yang ada di seluruh wilayah Indonesia atas segala kekhilafan dan kesalahan saya, yang saya tulis maupun saya ucapkan di media sosial. Kejadian ini menjadi cambuk dalam kehidupan saya. sekali lagi saya mohon maaf, terima kasih."
Meski sudah meminta maaf, proses hukum terhadap Ari ternyata tetap dilakukan. Itu diketahui dari Surat Tanda Penerimaan Pelaporan (STPP) kepada Polrestabes Bandung yang berbedar di media sosial.
Dalam STPP tertanggal Senin (3/7) tersebut, tertulis Ari dilaporkan oleh Rano Nirwana, yang beralamat di Asrama Brimob, Sumedang, Jabar.
Surat itu menyatakan Ari dilaporkan atas dugaan pelanggaraan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Internet dan Transaksi Elektronik.
Pada uraian kasus di STPP itu, Ari tampaknya kembali dianggap menghina aparat kepolisian setelah meminta maaf.
Ari diduga menyiarkan ujaran kebencian terhadap institusi Brimob melalui layanan aplikasi obrolan ponsel WhatsApp.
Pada layanan grup WA, Ari diduga menuliskan kalimat: “Polisi banci berseragam, beraninya Ngoceh di belakang, ketemu langsung terkencing."
Berita Terkait
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Rumah Mewah Eks Hakim Agung Gazalba Saleh Segera Dilelang KPK
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Jamin Proses Pelaksanaan SPMB Lancar Sampai Tahap Akhir, Gubernur Jabar Sempurnakan Pelaksanaannya
-
Euforia Sambut Piala Dunia 2026 di Bandung
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!