Suara.com - Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat hampir menumpang bajaj saat ingin mengantor ke Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017). Seluruh PNS DKI dilarang menggunakan kendaraan operasional setiap Jumat, pekan pertama di awal bulan.
Djarot tiba di Balai Kota DKI dengan naik taksi. Dengan begitu, dia mengikuti peraturan instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 150 Tahun 2013 tentang Penggunaan Kendaraan Umum bagi Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
"Saya orangnya praktis saja. Ngapain dibikin ribet. Tadi mau berangkat dari rumah diberi tahu ajudan 'Pak kita berangkat nggak boleh naik kendaraan pribadi'," kata Djarot di Balai Kota DKI.
Mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, ini batal nail bajaj karena kendaraan yang lewat duluan di depan Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Taman Suropati, Jakarta Pusat, adalah taksi.
"Ya udah naik yang lewat saja. Kalau ada taksi lewat ya kami panggil, kalau bajaj yang lewat ya kami panggil. Tadi ada bajaj biru lewat dia bawa penumpang. Masa saya nunggu bajaj dulu," lanjut Djarot.
Djarot mengungkapkan lebih enak naik kendaraan umum ke Balai Kota. Sebab, dia mengatakan bisa berbincang dengan warga atau sopir taksi.
"Jadi kita ngomong, ngobrol begitu ya. Pasti kan kebanyakan driver itu kan dari daerah. Saya tanya berapa tahun di sini, dia jawab sepuluh tahun. Pegang taksi berapa tahun, dia bilang dua tahun," kata Djarot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan