Suara.com - Wakil Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Brigadir Jenderal Suntana mempertanyakan alasan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa, yang mendesak pemimpin Polri mundur.
Desmond menuntut seluruh pemimpin Polri mundur kalau tak mengusut laporan Muhammad Hidayat Situmorang mengenai Kaesang Pangarep—putra Presiden Joko Widodo—yang dituduhnya menodai agama dan menyebar ujaran kebencian.
"Dia (Desmond) mewakili siapa? Ada lembaga sendiri yang menilai profesional atau tidaknya polisi dalam menangani kasus " kata Wakil Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Brigadir Jenderal Suntana, Jumat (7/7/2017).
Dia menyayangkan pernyataan Desmond tersebut. Ia juga menilai pernyataan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut cenderung bermuatan politis.
Sebelumnya, Desmond menganggap profesionalisme Polri tengah diuji untuk bisa mengusut kasus penodaan agama dan ujaran kebencian yang dituduhkan Kaesang.
"Itu kan menguji hukum jalan atau tidak? Polisi hari ini kan suka-suka menetapkan orang dengan ujaran-ujaran kebencian. Polisi ini benar apa tidak? Kan itu intinya," kata Desmon di DPR, Jakarta, Kamis (6/7/2017).
Menurutnya, jika polisi tidak memproses laporan Hidayat, maka mengindikasikan mereka tidak bekerja secara obyektif dalam menegakkan hukum. Jika itu terjadi, Desmon meminta pimpinan Polri mundur.
"Kalau tak ada tindakan terhadap anaknya Jokowi, berarti sudah saatnya pimpinan Polri ini disuruh mundur semua," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan