Suara.com - Muhammad Hidayat Sitomorang, pelapor akun YouTube Kaesang milik putra Presiden Joko Widodo, berencana melaporkan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin ke Dewan Kehormatan Perwira.
Hal ini menyusul pernyataan sang jenderal yang menegaskan laporan Hidayat mengenai Kaesang atas tuduhan penodaan agama dan menyiarkan ujaran kebencian tidak bisa ditindaklanjuti karena terlalu mengada-ada alias tak rasional.
"Pasti (Melaporkan). Saya sudah sebut ke dewan kehormatan perwira. Ada Kompolnas, ada DPR. Akan diperiksa itu jenderal bintang tiga," tegas Hidayat di Polres Bekasi Kota, Bekasi, Jumat (7/7/2017).
Hidayat menyebut pernyataan Wakapolri merupakan perbuatan tercela, karena menilai laporannya tidak memiliki unsur pidana.
"Nah justru itu perbuatan tercela yang saya maksud. Dari mana dia mengatakan mengada-ada? Bodoh itu Wakapolri, Wakapolri bodoh," ejeknya.
Hidayat menilai, tidak ditindaklanjutinya laporan mengenai Kaesang bakal "menelanjangi" dan mempermalukan institusi kepolisian.
Sebab, Hidayat mengklaim laporannya tidak ditindaklanjuti bukan karena tak memenuhi persyaratan, melainkan kinerja kepolisian yang amburadul dalam menangani laporan masyarakat.
"Indikatornya jelas, jenderal bintang tiga (Wakapolri) itu membuat pernyataan kepada publik se-Indonesia bahwa kasus Kaesang anak Jokowi itu tidak bisa ditindaklanjuti. Padahal prosesnya saja belum berjalan. Pelapor baru akan dimintai keterangan, tapi sudah ditutup karena tidak penuhi unsur pidana," terangnya.
Baca Juga: Ketua DPR Mangkir dari Pemanggilan KPK karena Sakit Kepala
Hidayat lagi-lagi mengatakan Wakapolri tidak profesional karena menilai laporan dirinya mengenai Kaesang irasional.
‘Saya sebagai pelapor tersinggung dengan ucapan itu. Maka saya balas, bapak Wakapolri itu bodoh. Bodoh dan mempermalukan wajah polisi di seluruh Indonesia. Memperlihatkan betapa buruk kinerja Polri saat ini dengan pernyataan itu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Pelapor Kaesang Datangi Polisi, Ngotot Dapat Surat Panggilan
-
Pelapor Kaesang Datang Tak Diundang, Polisi Kebingungan
-
Soal Kasus Kaesang, Djarot Minta Media Tak Bikin Gaduh
-
Kasus Lama Pelapor Kaesang Tetap Lanjut, Polisi: Kita Tunggu Saja
-
Laporannya soal Kaesang Ditolak, Hidayat: Saya Adukan Komnas HAM!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani