Suara.com - Setelah ditangkap di Lampung Timur, tersangka Sudirman yang merupakan teman pembunuh dokter muda Italia Chandra Kirana Putri (23) akhirnya dipertemukan dengan orangtua Italia, Feri Chandra dan Sugiarti, di Polda Metro Jaya, Selasa (11/7/2017).
Duduk di lantai dengan mata ditutup kain, dia dicecar pertanyaan oleh Sugiarti dan Feri yang sangat marah.
Usai menjawab semua pertanyaan, Sudirman mengaku meminta maaf ikut terlibat dalam aksi kejahatan bersama Saiful. Saiful merupakan orang yang menembak mati Italia usai gagal mencuri sepeda motor korban.
"Saya minta maaf, bu," ujar Sudirman.
Mendengar ucapan permintaan maaf, Sugiarti mengatakan sudah memaafkannya. Tetapi tentu proses hukum tetap berjalan. Sugiarti ingin Sudirman dihukum seberat-beratnya.
"Saya maafin udah, biar pak polisi," kata Sugiarti.
Feri sampai menepuk kepala Sudirman. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan ikut mengamati.
Feri mengancam Sudirman jika selesai menjalani tahanan dan Sudirman kembali melakukan kejahatan, Feri akan turun tangan.
"Kalau elu balik lagi ke rumah gua, elu lihat aja, udah gua siapin," kata Feri sambil menepuk kepala Sudirman.
Tag
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua