Suara.com - Dua unit mobil yang dikendarai pengeroyok pakar telematika dari Institut Teknologi Bandung, Hermansyah disita polisi. Mobil itu Toyota Yaris warna hitam berplat nomor B 1440 ZFQ dan Honda City warna Silver B 214 YAA.
Mobil tersebut ditemukan saat polisi menangkap dua pelaku baru, Erick Birahy (22) dan Richard Patipelu (25) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/7/2017) malam.
"Kendaraan 2 mobil sudah diamankan," kata Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di Polda Metro Jaya, Kamis (13/7/2017).
Menurut Iriawan plat nomor yang terpasang kedua mobil pelaku tidak dipalsukan. Dari hal itu, kata iriawan menandakan pengeroyokan terhadap Hermansyah tidak direncanakan.
"Plat nomor asli karena ini kejahatan spontan, tidak direncanakan," kata dia.
Dua kendaraan tersebut merupakan milik Edwin Hitipeuw (37) yang terlebih dahulu ditangkap bersama rekannya bernama Laurens Paliyama (31) di Jalan Dewi Sartika, Depok.
Edwin juga menyampaikan jika dirinya tidak memalsukan plat nomor mobil yang dibawa saat terjadi pengeroyokan terhadap Hermansyah di Tol Jagorawi Kilometer 6, Jakarta Timur, Minggu (9/7/2017).
"Plat asli semua," jelas Edwin.
Mobil Yaris, kata dia dipinjam dari kakaknya. Sedangkan mobil Honda City merupakan mobil hasil sitaan dari orang lain. Pelaku sendiri berprofesi sebagai penagih utang atau debt collector di sebuah perusahaan mobil.
Baca Juga: Ombudsman Kritik Media 'Goreng' Pembacokan Hermansyah Berlebihan
"Mobil Yaris sama Honda City, Yaris punya Kakak saya. Yang City mobil hasil kerjaan, tarikan," kata Edwin.
Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum dan Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu