Suara.com - Kasus ayam mati mendadak di Kota Tasikmalaya, tepatnya di Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, semakin meluas ke daerah lain di Kelurahan Sukamenak sehinga warga dibuat resah karena khawatir menularkan penyakit.
"Baru pertama kali kejadian seperti ini di sini, bisa karena pengaruh cuaca," kata Nunu Hidayat, peternak ayam di Kampung Depok, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017).
Sejak beberapa hari lalu, ratusan ekor ayam mati mendadak di Kelurahan Singkup. Kasus serup kemudian ditemukan di di Kampung Depok di mana puluhan ekor ayam juga mati tanpa sebab.
Nunu mengaku, selama menekuni usaha ternak ayam baru kali ini ayamnya mati mendadak dalam jumlah yang besar.
Ayam yang mati itu, kata dia, terpaksa dibuang ke selokan dan empang sebagai pakan ikan.
Peternak ayam broiler, Dede Rahmat, juga harus menyaksikan ayam-ayam peliharaannya mati mendadak. Bahkan dia melihat fenomena itu sudah terjadi beberapa hari lalu.
Dari sekitar empat ribu ekor yang diternaknya, 1.200 ekor di antarnanya mati mendadak yang diduga akibat telat diberi pakan.
"Mungkin karena telat pakan, terus sampai kekurangan pakan, lalu apa saja dimakan, habis itu mulai sering ada yang mati," kata Dede. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
9 Fakta Unik tentang Iran, Acungkan Jempol sama Artinya dengan Jari Tengah
-
Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop
-
15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
-
Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa
-
5 Ide Hampers Lebaran Unik 2026 yang Bikin Penerima Langsung Melongo
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa
-
Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?
-
Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok
-
Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut