Suara.com - Puluhan ribu orang berbaris di KOta Berlin untuk melakukan Parade Gay tahunan, Sabtu (22/7/2017) pagi waktu setempat. Mereka berpesta karena sepekan lalu parlemen Jerman melegalkan pernikahan sesama jenis.
Undang-Undang Pernikahan Sesama Jenis Jerman itu mulai berlaku Oktober 2017. Dalam demo, mereka menyindir pemimpin dunia yang homofobia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump.
Mereka memenuhi Kota Berlin dengan berkostum warna-warni. Meski hujan lebat, mereka pun tidak beranjak.
Salah satu yang bergembira adalah seorang pemuda Hungaria bernama Marco. Dia senang akhirnya gay dan lesbian bisa menikah dengan pasangannya.
"Di Jerman semua orang sekarang berhak menikah, bahkan gay dan lesbian. Kami berjuang untuk itu di negara kami. Ini adalah inspirasi bagi kami di Hungaria," kata dia.
Sementara Matheus, seorang pemuda Jerman yang berdiri di samping Marco mengatakan izin pernikahan sesama jenis adalah langkah maju.
"Dengan menikah untuk semua, kami benar-benar bergerak maju, tapi masih banyak diskriminasi sehari-hari yang tidak dapat diterima. Masih banyak yang harus dilakukan, kita harus tetap terlihat, tetap hadir dan itulah sebabnya kita mendemonstrasikan," kata Matheus.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menandatangani undang-undang pernikahan sesama jenis, Jumat (20/7/2017). (AFP)
Baca Juga: PM Timor Leste Umumkan Dukung Hak-hak LGBT
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik