Suara.com - Warganet Indonesia dihebohkan oleh foto dan informasi seorang turis asing asal Prancis, yang ditangkap di dalam kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Sebabnya, turis bernama Fusliier Mathieu itu mengenakan baju berwarna merah dan bergambar ‘palu-arit’. Lambang itu dianggap terlarang dan tabu oleh pemerintah Indonesia karena diasosiasikan sebagai bendera Partai Komunis Indonesia (PKI).
Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/7/2017) akhir pekan lalu. Ketika itu, petugas keamanan di Pos Kenari Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) melihat Mathieu memakai kaus tersebut.
Satpam TWCB memutuskan untuk mengawasi pria berusia 39 tahun tersebut. Sementara Arfan, anggota patroli TWCB juga menghubungi Koramil 18/Borobudur untuk datang.
Dua anggota koramil, Serma Iwan dan Sertu Imanuel K yang datang ke TWBC, langsung melakukan pencarian terhadap Mathieu.
Setelah ditemukan, pria itu dibawa ke Pos Kenari TWCB untuk dimintakan keterangan. Ketika itulah Mathieu mengakui tidak tahu menahu perihal PKI.
Ia mengakui membeli baju itu ketika berwisata ke Vietnam, persis sebelum terbang ke Indonesia untuk mengunjungi Candi Borobudur.
Matheu menjelaskan, kaus seperti itu bebas dijual-belikan di Vietnam. Ia sendiri membeli baju itu seharga USD3.
Karena tak bermaksud politis, aparat lantas membebaskan Mathieu setelah dirinya mau melepas dan memberikan baju itu kepada petugas.
Baca Juga: Kementerian PUPR akan Bangun dan Rehabilitasi Irigasi Kecil
Sebagai gantinya, petugas memberikan kaus bergambar Candi Borobudur kepada Mathieu. Bule itu sendiri menuturkan, ingin melanjutkan perjalanan wisata ke Bali.
Warisan Orde Baru
Ariel Heryanto, sosiolog Indonesia yang merupakan profesor di Monash University, Australia, mengkritik aksi aparat keamanan terhadap turis asing tersebut.
“Turis itu bilang ‘saya tidak mengetahui kalau di Indonesia gambar palu-arit dilarang. Yang tidak diketahuinya, Indonesia masih hidup di zaman Perang Dingin setengah abad yang lampau. Di zaman itu, yang dilarang adalah akal sehat,” kritik Ariel melalui akun Facebook pribadinya.
Ia mengatakan, tidak ada peraturan yang melarang gambar palu-arit. “Resminya yang ada adalah, larangan Orde Baru terhadap PKI dan ajaran komunisme/marxisme-leninisme. Tapi yang jadi korban: akal sehat,” tulisnya lagi.
“Ketika akal kurang sehat, gambar palu-arit dianggap bisa menyebarkan ajaran komunisme,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Cak Imin: Kalau Marwan Jafar Dipasangkan Syahrini Pasti Melejit
-
Nicky Tirta Akui Seram Syuting "Minako" di Gedung Tua Eks PKI
-
Menko Luhut Resmikan Badan Otorita Pariwisata Borobudur
-
Kisah Pembubaran Organisasi di Indonesia: Dari Masyumi hingga HTI
-
Ekonomi Jateng Perlu Terobosan, Dede Indra Sambangi Ganjar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan