Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan ada kesamaan pandangan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat usai kedua Ketua Umum Partai itu saling bertemu di kediaman SBY, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
"Kita melihat, chemistry ada, kesamaan pandangan terhadap situasi yang kita rasakan," kata Fadli di DPR, Jakarta, Senin (31/7/2017).
Kesamaan pandangan ini belum mencapai ranah koalisi pada Pemilu 2019. Menurutnya, kesamaan pandangan ini masih dalam tataran masa kini, yaitu tentang keprihatinan ekonomi saat ini di era Presiden Jokowi.
"Sekarang ini makin susah, tidak ada seorang pun mengatakan hidup di era Jokowi makin mudah, semua mengatakan makin susah. Mencari kerja susah, daya beli masyarakat turun," ujar dia.
Lebih lanjut, Fadli mengatakan, Prabowo dan SBY memiliki kesamaan visi terkait undang-undang pemilu yang baru disahkan DPR.
Kata Fadli, dua tokoh itu beranggapan aturan presidential threhold sebesar 20 persen untuk suara legislatif atau 25 persen suara nasional yang diatur dalam undang-undang itu tidak tepat untuk digunakan periode kali ini. Sebab, aturan tersebut sudah pernah dipakai dan dibatalkan.
Untuk masalah ini, Fadli mengatakan, kesamaan visi tersebut tidak hanya terjadi pada Gerindra dan Demokrat, tapi juga melibatkan PKS dan PAN. Empat partai ini pula yang melakukan aksi walkout saat undang-undang tersebut disahkan.
"Berangkat dari situ kemudian perlu ada kerja sama kerja sama ke depan antara Gerindra dengan Demokrat. Gerindra juga selama ini selalu kerja sama dengan PKS dan juga partai lain termasuk PAN di Pilkada DKI dan saya harap ke depan komunikasi lebih intens lagi," tuturnya.
"Jadi istilah kita kerja sama tidak membentuk suatu koalisi karena kita tahu koalisi kalau cepat nggak bagus terlalu lama belum tentu efektif apalagi koalisi kadang kadang fluid," kata dia.
Aturan presidential threshold ini sedang diujimaterikan atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Kata Fadli, kerja sama Gerindra dan Demokrat akan terus terjalin meski aturan itu dihapus. Demikian juga bila MK itu tetap mengesahkan aturan tersebut.
"Kita masih menunggu nanti dari MK apakah mengabulkan atau menolak," tuturnya.
Soal langkah yang akan dilakukan pada Pemilu Presiden pada 2019 nanti, Fadli mengatakan, Partai Gerindra akan mendukung Prabowo sebagai calonnya. Meski Prabowo belum setuju, namun dorongan ini mulai muncul dari kader internal partai berlambang Burung Garuda ini.
"Kami dari Kader dari seluruh level Gerindra aklamasi mendukung Prabowo menjadi bakal calon presiden Gerindra di 2019," kata dia.
Baca Juga: Fadli Zon Minta Dana Haji Untuk Bangun Hotel di Arab Saudi
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?