Jadi, bisa dibayangkan jika limbah pembalut sintetis yang dihasilkan dari warga Kota Jakarta dalam satu hari diakumulasikan.
Pembalut lewat tempat sampah kompleks
Setelah limbah pembalut dibuang ke tempat sampah, petugas sampah seperti Rosdi (30) yang akan menemukannya.
Rosdi adalah petugas pengangkut sampah di Jalan Tawakal, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kecuali hari Minggu, dia setiap hari bekerja memindahkan sampah dari tempat sampah rumahan dengan gerobak ke pool.
Rosdi mengungkapkan saban hari menemukan banyak pembalut bekas. Kendati demikian, dia tidak merasa jijik, meski terkadang terlihat pembalutnya masih ada darah, karena sudah biasa dengan pekerjaan ini.
"Sering banget, karena mayoritas 20 persen pembalut. Banyak, bukan belum pernah lagi, tapi banyak. Namanya saya tukang sampah. Ya biasa aja," ujar Rosdi.
Rosdi mengungkapkan tumpukan sampah pembalut yang terkadang masih terlihat berdarah-darah memang tak sedap dipandang mata, tetapi apa boleh buat, dia tetap harus menanganinya.
"Kalau nggak enak dipandang, emang nggak enak semua. Kalau saya sih nggak terlalu mendalami ya, mau pembalut kek mau apa kek," ujarnya.
Rosdi mengangkut semua sampah dari tempat sampah kompleks tanpa memilah-milahnya terlebih dahulu, kecuali jenis botol dan kertas karena sangat bisa didaur ulang.
"Kalau saya ada pemisahan sampah. Botol dan kertas yang bisa didaur ulang. Kalau pemisahan pembalut nggak ada, langsung digabungin saja," ujar lelaki asal Cirebon, Jawa Barat.
Pembalut lewat depo
Setelah sampah diangkut dari perumahan oleh petugas seperti Rosdi, selanjutnya dibawa ke depo atau tempat penampungan sampah yang lebih besar. Depo menampung kiriman sampah dari berbagai wilayah sekitar.
Sampah pembalut belum berakhir di depo. Nanti masih akan dikirim dengan armada truk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Petugas seperti Abdul Kadil (46) yang giliran menangani sampah setelah sampai ke depo. Abdul merupakan petugas Dinas Lingkungan Hidup yang kantornya di depan Pasar Kopro, Tanjung Duren. Kecamatan Grogol Petamburan.
Dari Senin sampai Sabtu, mulai jam lima pagi hingga jam dua siang, dia standby di depo. Dia menangani di dua tempat yaitu pasar darurat dan pasar timbul.
Tag
Berita Terkait
-
20 Link Beli Amplop Lebaran Unik di Shopee: Harga Murah, Isi Banyak
-
Tradisi Unik Imlek yang Cuma Ada di Indonesia!
-
7 Fakta Unik MotoGP 2026, Tahun Terakhir Gunakan Mesin 1000cc
-
Rekap Tes MotoGP Sepang 2026: Honda Bangkit, Aprilia Tanpa Jorge Martin
-
Banyak Drama! 7 Fakta Unik di MotoGP Tes Sepang 2026
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!