Suara.com - Polisi Resor Jakarta Utara menangkap buronan bernama Jahudi alias Jodi (21). Jodi adalah pelaku yang menusuk Bakri alias Pairus (32) dengan ekor ikan pari beracun.
Kejadian di jalan Kalibaru Barat 7, RT 14, RW 4, pada Minggu (30/7/2017) lalu.
"Sudah kami tangkap, satu pelaku lain bernama Jahudi alias Jodi," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Dwiyono, Selasa (8/8/2017).
Jodi merupakan adik dari pelaku lainnya yaitu Sapudi alias Apud (32) yang terlebih dahulu tertangkap polisi.
Dwiyono menjelaskan penangkapan Jodi dilakukan di tempat persembunyiannya di Serang, Provinsi Banten, Minggu (6/8/2017). Jodi ketika ditangkap hendak melarikan diri, polisi sudah memberikan tembakan peringatan. Namun Jodi tetap berlari ke area persawahan tersebut.
"Ketika ditangkap itu dia (Jodi) mencoba kabur. Lompat ke area persawahan, sudah diberikan tembakan peringatan, tapi tetap kabur. Kemudian anggota memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki kanan," ujar Dwiyono.
Sebelumnya, korban bernama Bakrie tengah asyik ngobrol, tiba-tiba, sekitar pukul 02.00 WIB, Apud datang sambil berteriak - teriak menantang Bakri dan teman-temannya. Rupanya, Bakri terpancing emosinya. Soalnya, dia merasa tidak pernah punya urusan dengan Apud.
Urusan jadi panjang. Sekitar pukul 02.30 WIB, Apud yang kalah duel dengan Bakri datang lagi. Kali ini dia mengajak adiknya, Jahudi alias Jodi (21). Tempat tinggal mereka hanya berjarak 100 meter dari warung kopi.
Dari pinggir jalan, Apud berteriak semakin keras menantang-nantang Bakri. Bakri pun panas hatinya. Dia tidak mau mendengar lagi nasihat teman-temannya agar tak meladeni Apud. Sekitar pukul 03.00 WIB terjadi duel antara Apud dan Bakri. Apud dibanting ke tanah. Melihat adiknya tersungkur, Jodi turun tangan.
Baca Juga: Ekor Ikan Pari Maut, Adik Pelaku Dianggap Biang Onar
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi