Warna-warni lampu LED yang terpasang di Simpang Susun Semanggi (SSS) di Kawasan Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/7) malam. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan meresmikan jalan layang Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8/2017), sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah mengatakan infrastruktur penunjang, seperti rambu lalu lintas, sudah siap.
"Kita mah kalau terkait operasionalnya sudah siap semua kemarin," ujar Andri di lapangan eks. IRTI Monas, Jakarta Pusat.
Sebelum diresmikan, pemerintah Jakarta telah melakukan open traffic Simpang Susun Semanggi pada Jumat (28/7/2017) malam.
Proyek ini dikerjakan PT. Wijaya Karya. Pengerjaannya dibiayai dari dana kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan PT. Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Adapun nilai pembangunannya sekitar Rp360 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah mengatakan infrastruktur penunjang, seperti rambu lalu lintas, sudah siap.
"Kita mah kalau terkait operasionalnya sudah siap semua kemarin," ujar Andri di lapangan eks. IRTI Monas, Jakarta Pusat.
Sebelum diresmikan, pemerintah Jakarta telah melakukan open traffic Simpang Susun Semanggi pada Jumat (28/7/2017) malam.
Proyek ini dikerjakan PT. Wijaya Karya. Pengerjaannya dibiayai dari dana kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan PT. Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Adapun nilai pembangunannya sekitar Rp360 miliar.
Yang mencoret, tangkap!
Pelaksana harian Gubernur Jakarta Saefullah memerintahkan agar orang yang mencoret-coret dinding Simpang Susun Semanggi ditangkap.
"Yang nyoret pasti nakal. Barang baru jadi udah dicoret. Awasi masyarakat, tangkap saja dia," ujar Saefullah di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2017).
Grafiti yang menjadi sorotan pemerintah tersebut dibuat sepanjang sekitar dua meter dan setinggi sekitar satu meter di dinding Simpang Susun Semanggi. Saat ini, gambar sudah dihapus.
"Kalau dicoret ya kita hapus lagi, dicoret lagi, kita hapus lagi, ya main banyak-banyak cat, gitu saja, yang nyoret sama kita banyakan siapa catnya," katanya.
Selain menempatkan petugas, pemerintah juga akan memasang kamera pengawas yang terkoneksi dengan Jakarta Smart City di sekitar Simpang Susun Semanggi.
"Ya orang lighting-nya saja kita berbasis web, kalau sekadar CCTV pasti kita pasang gitu. Saya uber ke rumahnya kalau dia coret lagi," kata Sekretaris Daerah Jakarta dilanjutkan tertawa.
"Yang nyoret pasti nakal. Barang baru jadi udah dicoret. Awasi masyarakat, tangkap saja dia," ujar Saefullah di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2017).
Grafiti yang menjadi sorotan pemerintah tersebut dibuat sepanjang sekitar dua meter dan setinggi sekitar satu meter di dinding Simpang Susun Semanggi. Saat ini, gambar sudah dihapus.
"Kalau dicoret ya kita hapus lagi, dicoret lagi, kita hapus lagi, ya main banyak-banyak cat, gitu saja, yang nyoret sama kita banyakan siapa catnya," katanya.
Selain menempatkan petugas, pemerintah juga akan memasang kamera pengawas yang terkoneksi dengan Jakarta Smart City di sekitar Simpang Susun Semanggi.
"Ya orang lighting-nya saja kita berbasis web, kalau sekadar CCTV pasti kita pasang gitu. Saya uber ke rumahnya kalau dia coret lagi," kata Sekretaris Daerah Jakarta dilanjutkan tertawa.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026
-
Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang
-
61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
-
Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
-
Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat
-
Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM