Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memperingatkan anggota kepolisian tidak mencoba-coba melanggar peraturan hukum. Kalau pelanggaran itu terjadi, Polri tak bakal memberikan bantuan apa pun.
Penegasan itu diutarakan Tito saat berpidato dalam upacara serah terima jabatan dan sekaligus pelantikan terhadap Asisten Logistik Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017) pagi.
"Selaku pejabat kepolisian, semua harus menaati segala peraturan perundang-undangan dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan," kata Tito.
"Bila melakukan pelanggaran atau melanggar sumpah jabatan, akan menjadi konsekuensi di dunia dan akhirat," tegasnya.
Untuk diketahui, Asisten Logistik Inspektur Mabes Polri sebelumnya dijabat oleh Inspektur Jenderal Eko Hadi Sutedjo. Setelah digantikan, Eko Hadi menjabat sebagai Analisis Kebijakan Utama Bidang Jianstra Slog Polri.
Dalam acara tersebut, turut hadir Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno; Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri Komisaris Jenderal Lutfi Lubianto; Sumber Daya Manusia Polri Inspektur Jendral Arief Sulistyo; dan, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Inspektur Jenderal Moechgiyarto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun