Suara.com - Mantan Perdana Menteri Libya Ali Zeidan diculik dan disekap selama 9 hari di Sudan. Penyekapan itu dilakukan kelompok bersenjata di sana.
Namun saat ini Zeidan sudah dibebaskan. Zeidan menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2012 hingga 2014.
Dalam periode itu, Libya terperosok ke kekacauan politik yang semakin dalam serta konflik bersenjata yang telah mencengkeram negara itu sejak Muammar Gaddafi digulingkan 6 tahun lalu.
Sejak itu, Zeidan tinggal di Jerman bersama keluarganya. Tidak ada kejelasan soal alasan Zeidan pergi ke Libya dan penculikan itu.
Tripoli saat ini dikendalikan oleh beberapa kelompok bersenjata, yang telah menguasai ibu kota sejak 2011. Beberapa di antara kelompok itu telah mendapat status semiresmi dari pemerintah. Namun kelompok-kelompok tersebut tidak dikenai pertanggungjawaban serta masih terlibat dalam kejahatan.
Setelah dibebaskan, Zeidan berada dalam keadaan sehat. Dia menginap di sebuah hotel di Tripoli.
Sebelumnya Oktober 2013, Zeidan pernah diculik dari kamar hotel di Tripoli oleh sebuah kelompok bersenjata yang memiliki kaitan dengan parlemen yang memecatnya satu tahun kemudian. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat
-
H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak