Pengacara Farhat Abbas diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (24/8/2017) hari ini. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan dengan tersangka Markus Nari.
Usai diperiksa, Farhat mengungkapkan bahwa adanya ancaman dan teror terhadap pengacara Elza Syarief.
"Kalau Bu Elsa kan dapat anceman dari orang-orang yang diberi kesaksian, kalau saya dapat bujuk dan rayuan dari orang-orang," kata Farhat di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Menurut mantan suami Regina tersebut, orang yang mengancam Elza berasal dari kalangan legislatif. Alasannya, Elza Syarif memberikan keterangan yang menyebutkan beberapa nama anggota DPR.
"Iya, anggota DPR. Inisialnnya AS, SN, Kemudian BP," kata Farhat.
Lebih lanjut, Farhat mengatakan sejak dirinya menjadi saksi untuk kasus dugaan keterangan tidak benar Miryam S Haryani, ada upaya dari sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan yang disampaikan ke KPK. Hal itu diduga agar kepentingan kelompok tersebut dapat terlindungi.
"Semenjak saya menjadi saksi Miryam itu, adanya upaya-upaya untuk mencari tahu apa yang kita sampaikan. Upaya untuk meluruskan, dengan maksud kepentingan yang lebih besar, kira-kira untuk mempengaruhi," kata Farhat.
Diketahui, Elza dan Farhat kerap menjadi saksi terkait kasus dugaan korupsi E-KTP. Keduanya sudah menjadi saksi untuk Miryam S Haryani dan tersangka Markus Nari di KPK.
Baca Juga: Pansus Hak Angket DPR Minta BPK Audit KPK
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat