Suara.com - Sebelum dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit umum milik pemerintah di Jakarta Pusat, pasangan suami istri, Deddy Ardiansyah dan Nova Revianty, sudah keluar masuk rumah sakit di Bangka Belitung untuk memeriksakan Syakira. Syakira merupakan bayi yang lahir tanpa bola mata (Anopthalmia) dan kelainan tujuh organ tubuh lainnya.
Ketika ditemui Suara.com di rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang terletak di Jalan DPS, Johar Baru, Jakarta Pusat, Nova menceritakan banyak hal yang dirasakannya selama ini.
“Pas diperiksa sama dokter di puskesmas, dia bilang memang ada kelainan pada Syakira, jadi dirujuk ke rumah sakit swasta. Ditambah Syakira tidak nangis, nggak gerak hanya bisa tidur dan nggak terima susu,” kata Nova.
Untuk mencapai rumah sakit swasta yang berada di Kota Bangka Belitung, Nova dan Deddy harus menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam.
Di rumah sakit swasta itulah, Syakira ketahuan Anopthalmia dan tujuh organ tubuhnya bermasalah. Dokter rumah sakit kemudian menyarankan agar Syakira dirawat di rumah sakit di Jakarta yang perawatan medisnya lebih lengkap.
Ketika itu, orangtua Syakira bimbang bukan main.
“Saya mikir, rujuk ke Jakarta bukan satu juta atau dua juta aja uangnya, kan,” kata Nova.
Mereka tidak punya cukup uang sehingga sempat pasrah. Sampai tiga hari lamanya, Syakira berada di rumah sakit swasta tersebut.
Selama tiga hari itu, kata Nova, tidak ada tindakan apapun yang dilakukan dokter terhadap Syakira. Akhirnya, Nova meminta anaknya dirujuk ke rumah sakit umum daerah dengan pertimbangan biayanya tak semahal di rumah sakit swasta.
Pengalaman di rumah sakit umum daerah, ternyata makin membuat Nova dan Deddy sedih. Dokter menyatakan hidup Syakira tidak akan lama lagi. Setelah 20 hari berada di rumah sakit umum, mereka memutuskan untuk membawa Syakira pulang.
Di rumah, kondisi kesehatan Syakira semakin buruk. Dia sering muntah, sehari sampai sebanyak 15 kali. Makin lama, berat badannya menurun.
“Setiap kontrol dua minggu sekali, dokter bilang kekeuh harus ke RS,” ujarnya.
Kabar mengejutkan lagi
Orangtua Syakira tidak pernah menyerah. Mereka tetap berjuang untuk kesembuhan anak.
Sampai pada suatu hari, dokter menyatakan Syakira tidak mempunyai organ otak. Dokter mengabarkan kepala bocah itu hanya berisi cairan. Cairan ini yang membuat kepala Syakira terlihat bergelambir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul