Namun, keajaiban datang pada keluarga kecil ini. Pada pemeriksaan berikutnya, hasil Ultrasonography menunjukkan ada organ otak di kepala Syakira, meskipun masanya sangat kecil.
Kemudian Nova merasa harus membagikan kisah anaknya kepada orang lain di media sosial Facebook.
“Tiba-tiba orang yang saya nggak kenal sama sekali bilang ya sudah bu kita galang dana saja. Tapi saya nggak ngerti gimana cara galang dana. Jadi satu orang ke orang lain saling share mengenai Syakira dan hasilnya bagus,” kata Nova.
Setelah berita tentang Syakira viral di Facebook, keluarga Syakira mendapatkan simpati dari berbagai pihak.
“Seperti lurah, bupati, gubernur dan semua bagian pemerintah itu respon datang ke rumah kita,” ujarnya.
Pemerintah setempat menawarkan untuk membantu pengobatan Syakira di rumah sakit di Jakarta. Deddy dan Nova tak langsung setuju karena alasan keuangan.
Tetapi kemudian, mereka mendapatkan uang sumbangan sebesar Rp34 juta dari pemerintah. Dengan uang itu, mereka berangkat ke Jakarta.
Sampai di Jakarta
Berita rencana keberangkatan mereka ke Jakarta, ternyata sudah diketahui sejumlah pihak. Begitu sampai di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Syakira dan orangtuanya sudah ditunggu kedatangannya.
Lalu, mereka diantarkan ke rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang terletak di Jalan DPS, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Deddy dan Nova bersyukur sesampai di Ibu Kota mendapatkan pertolongan dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Syakira.
Hari pertama di Jakarta, Syakira langsung dibawa ke rumah sakit di Jakarta Pusat. Nova ingat betul jawaban dokter ketika menanggapi kasus mata Syakira.
"Ibu, kayaknya kasusnya langka deh. Untuk tindakan kayaknya nggak ada," kata Nova menirukan ucapan dokter. Tapi, Nova tidak putus asa.
Dia dan suami membawa Syakira ke rumah sakit yang lain untuk mencari second opinion. Ternyata, hasilnya tak jauh berbeda. Akhirnya, mereka bisa menerima kenyataan bahwa mata Syakira tidak bisa tertolong lagi.
Dua bulan di Jakarta
Sampai hari ini, Deddy dan Nova tetap berusaha, meskipun perjuangan dirasakan semakin berat.
Sudah ke berbagai rumah sakit, responnya sama saja. Jangankan dilakukan tindakan, terkadang respon petugas sangat mengecewakan.
“Mau tindakan apapun tidak bisa, dokternya bilang: nunggu deh bu. Dua bulan tidak dapat apa-apa, hanya nunggu terus,” kata Nova.
Syakira sebenarnya sudah didaftarkan untuk rawat inap di rumah sakit umum nasional di Jakarta Pusat. Namun, sampai saat ini belum ada panggilan.
Sempat menyerah, tetapi melihat pertumbuhan Syakira membuat Nova dan Deddy tetap optimistis.
“Alhamdulillah tekad hidupnya kuat, walaupun suka muntah, tapi susunya tetap masuk gitu. Udah dua rumah sakit besar vonis dia nggak bisa bertahan, tapi alhamdulillah dia masih bertahan hidup,” ujar Nova.
Nova sadar betul resiko jika Syakira dioperasi. Tetapi, Nova tetap percaya, Tuhan akan berpihak kepada yang meyakininya.
“Tubuhnya untuk bernafas nggak normal kayak kita orang biasa, jadi mau tindakan apapun pasti taruhannya nyawa, jadi kalau mau operasi kadang mikir ulang,” kata dia.
Sekarang masalah baru mulai muncul lagi. Keuangan mereka mulai menipis. (Maidian Reviani)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial