Suara.com - Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengklaim pemerintah sudah melakukan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi tahun lalu. Dalam Pasal 140 menyebutkan masyarakat yang ingin beli kendaraan bermotor wajib memiliki garasi mobil.
"Sebenarnya tahun lalu sudah sosialisasi, tapi mandek. Sekarang dan ke depanya terus akan kita sosialisasi," ujar Djarot seusai menghadiri acara di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2017).
Djarot telah menugaskan Dinas Perhubungan Jakarta untuk memanfaatkan program Bulan Tertib Trotoar melakukan sosialosasi ke masyarakat.
Ia berharap bulan depan pemerintah sudah bisa menindak warga yang memiliki mobil tapi tidak diparkirkan di garasi.
"Makanya sekarang ada bulan tertib trotoar, saya minta sama Pak Andri Yansyah (Kadis Perhubungan) sosialisasi. Sehingga bulan depan Oktobor sudah mulai ada penindakan," kata Djarot.
Pemerintah Jakarta akan memberikan sanksi berupa penderekan mobil bagi warga yang kedapatan melanggar.
"Mobilnya ditarik, kita bantu cari tempat parkir. Parkirnya di Dishub, kita kandangin, gampang," kata Djarot.
Berita Terkait
-
Ada Tunjangan Transportasi, Mobnas DPRD Semarang Ditarik
-
Mobil Bensin dan Diesel Dilarang Dijual di Skotlandia Mulai 2032
-
Belimobilgue Jamin Bisa Jual Mobil Bekas Anda dalam 1 Jam
-
Warga Jakarta Bermobil, Tapi Tak Ada Garasi akan Dihukum
-
Mobil Listrik Nissan Leaf Ditargetkan Laku 90 Ribu Unit Setahun
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan