Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Ivers Manossoh dalam jumpa pers di kantor Polsek Tanjung Duren [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Dalam adegan reka ulang yang ke 14 dan 15, polisi mulai menemukan ketidaksesuaian antara rekaman CCTV dan kesaksian siswi kelas satu Sekolah Dasar Negeri Tanjung Duren Selatan 01 Pagi berinisial PI (9), Kamis (14/9/2017). PI merupakan siswi yang mengaku lolos dari upaya penculikan di depan sekolahnya pada Senin (11/9/2017).
Reka ulang hanya pada sampai adegan yang ke 20. Setelah itu, polisi memanggil 11 orang yang terdiri delapan orang dewasa dan tiga siswi (termasuk PI) untuk dimintai keterangan lagi di Polsek Tanjung Duren.
Pemeriksaan ulang dilakukan untuk mendalami kejanggalan yang ditemukan pada adegan ke 14 dan 15.
"Kesimpulan hasil penyidikan kami video pengakuan inisial PIS yang viral dan beredar luas di sosial media itu tidak benar," ujar Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Ivers Manossoh dalam jumpa pers di kantor Polsek Tanjung Duren.
Kesimpulan bahwa tidak pernah terjadi upaya penculikan di depan sekolah sebagaimana diceritakan PI dikuatkan dari analisa CCTV.
"Tidak benarnya ini, kami langsung klarifikasi mengundang orangtua, guru dan wali kelas dan kepala sekolah orangtua ketiga anak dan ketiga anak tersebut yang melintas dari video. Kami juga melakukan analisa CCTV yang kebetulan terpasang menghadap ke TKP. Hasil CCTV tidak terdapat perbuatan menyekap anak dan percobaan penculikan terhadap PIS. Jadi saya tegaskan sekali lagi, video pengakuan PIS itu tidak benar," kata Ivers
Hasil Analisis CCTV
Ivers menuturkan dari hasil analisa rekaman CCTV pada hari Senin itu, jam 13.30 WIB, PI dan dua temannya memang terlihat melintas di samping mobil warna hitam yang parkir.
Belakangan ketahuan, mobil itu milik penduduk. Mobil itu biasa diparkir di sana.
"Kami klarifikasi pemilik mobil, ternyata dia salah satu penduduk yang biasa parkir depan sekolah, yang parkir itu kendaraan yang bersangkutan," kata dia.
Pada waktu PI dan dua rekan melintas, kebetulan tukang parkir hendak membukakan pintu mobil karena pemiliknya hendak turun.
"Bersamaan dengan itu melintas tiga anak tersebut, tukang parkir di dekat situ membuka mobil pemilik mobil, jadi terlihat dalam CCTV tukang parkir ini dia mengarahkan dengan memegang belakang kepala si anak ini agar segera pergi karena pintu mau dibuka," kata Ivers.
"Dari rekaman CCTV sama sekali tidak ada tindakan penculikan," Ivers menambahkan. [Maidian Reviani]
Reka ulang hanya pada sampai adegan yang ke 20. Setelah itu, polisi memanggil 11 orang yang terdiri delapan orang dewasa dan tiga siswi (termasuk PI) untuk dimintai keterangan lagi di Polsek Tanjung Duren.
Pemeriksaan ulang dilakukan untuk mendalami kejanggalan yang ditemukan pada adegan ke 14 dan 15.
"Kesimpulan hasil penyidikan kami video pengakuan inisial PIS yang viral dan beredar luas di sosial media itu tidak benar," ujar Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Ivers Manossoh dalam jumpa pers di kantor Polsek Tanjung Duren.
Kesimpulan bahwa tidak pernah terjadi upaya penculikan di depan sekolah sebagaimana diceritakan PI dikuatkan dari analisa CCTV.
"Tidak benarnya ini, kami langsung klarifikasi mengundang orangtua, guru dan wali kelas dan kepala sekolah orangtua ketiga anak dan ketiga anak tersebut yang melintas dari video. Kami juga melakukan analisa CCTV yang kebetulan terpasang menghadap ke TKP. Hasil CCTV tidak terdapat perbuatan menyekap anak dan percobaan penculikan terhadap PIS. Jadi saya tegaskan sekali lagi, video pengakuan PIS itu tidak benar," kata Ivers
Hasil Analisis CCTV
Ivers menuturkan dari hasil analisa rekaman CCTV pada hari Senin itu, jam 13.30 WIB, PI dan dua temannya memang terlihat melintas di samping mobil warna hitam yang parkir.
Belakangan ketahuan, mobil itu milik penduduk. Mobil itu biasa diparkir di sana.
"Kami klarifikasi pemilik mobil, ternyata dia salah satu penduduk yang biasa parkir depan sekolah, yang parkir itu kendaraan yang bersangkutan," kata dia.
Pada waktu PI dan dua rekan melintas, kebetulan tukang parkir hendak membukakan pintu mobil karena pemiliknya hendak turun.
"Bersamaan dengan itu melintas tiga anak tersebut, tukang parkir di dekat situ membuka mobil pemilik mobil, jadi terlihat dalam CCTV tukang parkir ini dia mengarahkan dengan memegang belakang kepala si anak ini agar segera pergi karena pintu mau dibuka," kata Ivers.
"Dari rekaman CCTV sama sekali tidak ada tindakan penculikan," Ivers menambahkan. [Maidian Reviani]
Komentar
Berita Terkait
-
Pendamping Hukum Duga Suku Anak Dalam Jadi 'Kambing Hitam' Sindikat Penculikan Bilqis
-
Penculikan Bilqis: Anggota DPR Ungkap Dugaan Sindikat Perdagangan Anak Terorganisir!
-
Heboh Kasus Ibu Culik Anak Kandung karena Rindu, Netizen Ribut: Kangen Berujung Ancaman Penjara 7 Tahun!
-
Terekam Kamera CCTV, Bocah 4 Tahun Diduga Diculik Tetangga Di Johar Baru
-
137 Siswa di Nigeria Diculik, Begini Nasibnya Usai Tentara Turun Tangan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
-
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta