Suara.com - Pasangan asal Sri Lanka diselidiki karena memanfaatkan 250 pelajar anak-anak untuk membawa rangkaian kain sari pernikahan sepanjang 3,2 kilometer.
Dilansir pada Asia One, kain sari tersebut dipakai oleh mempelai wanita saat dia dan sang pria menyusuri jalan utama Distrik Kandy. Pelajar yang dikerahkan berasal dari Provinsi Sarath Ekanayaka.
Menurut laporan yang tertera pada Asia One, kain sari tersebut merupakan kain terpanjang yang pernah dikenakana oleh mempelai wanita di Sri Lanka.
Selain dimanfaatkan untuk membawa kain sari, ada 100 pelajar lainnya yang digunakan sebagai pembawa bunga. Kejadian ini akhirnya diselediki oleh National Child Protection Authority, karena dinggap telah melanggar hukum.
“Kami telah memulai penyelidikan, kami akan keluar karena kami tidak ingin ini menjadi tren,” ungkap ketua NCPA Marini de Livera kepada AFP.
Menurut Asia One, De Livera memandang tindakan ini telah merampas pendidikan anak-anak dan mempertaruhkan keamanan dan merugikan martabat anak-anak.
De Livera juga menambahkan, mengerahkan siswa untuk upacara semacam itu selama jam sekolah bertentangan dengan hukum dan yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran dan akan menghadapi hukuman 10 tahun penjara. (Maidian Reviani)
Tag
Berita Terkait
-
9 Fakta Unik tentang Iran, Acungkan Jempol sama Artinya dengan Jari Tengah
-
Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop
-
15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
-
Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa
-
5 Ide Hampers Lebaran Unik 2026 yang Bikin Penerima Langsung Melongo
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji