-
Donald Trump resmi mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang melalui perintah eksekutif.
-
Perubahan nama bertujuan mengubah doktrin militer Amerika Serikat dari bertahan menjadi lebih ofensif.
-
Pete Hegseth menekankan visi baru untuk mencetak prajurit pejuang, bukan sekadar pasukan pembela.
Suara.com - Amerika Serikat menamai menteri pertahanan mereka dengan nama resmi Menteri Perang. Kenapa begitu?
Kebijakan drastis itu diambil Presiden Donald Trump pada 2025 dengan mengembalikan identitas militer Amerika Serikat menjadi Departemen Perang.
Dikutip dari CNN, langkah ini bukan sekadar pergantian label namun merupakan sinyal pergeseran doktrin militer Amerika dari defensif menjadi agresif.
Perubahan nama Pentagon ini mencerminkan ambisi Trump untuk memposisikan kekuatan bersenjata AS sebagai pemukul utama di panggung global.
Penyematan kembali nama kuno ini dilakukan melalui penandatanganan perintah eksekutif langsung di Ruang Oval oleh sang Presiden.
Trump menilai penyebutan Departemen Perang jauh lebih relevan dengan situasi ketegangan dunia yang terjadi saat ini.
Keyakinan tersebut didasari pada posisi Amerika Serikat yang saat ini memegang takhta sebagai pemilik militer terkuat.
"Saya pikir nama itu jauh lebih tepat, terutama mengingat kondisi dunia saat ini. Kita memiliki militer terkuat di dunia," kata Trump sebelum menandatangani perintah tersebut, dilansir CNN pada 2025 lalu.
Gelar baru seperti Menteri Perang dan Departemen Perang kini mulai digunakan dalam seluruh korespondensi resmi pemerintah.
Baca Juga: Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
Transformasi Identitas dan Operasional Pentagon
Instruksi ini segera ditindaklanjuti dengan perubahan teknis pada papan nama kantor dan domain situs web resmi.
Alamat digital defense.gov kini secara otomatis beralih menuju war.gov sebagai identitas baru otoritas militer tersebut.
Akronim DOD yang selama puluhan tahun dikenal sebagai Department of Defense kini resmi bertransformasi menjadi DOW.
Menteri Perang Pete Hegseth menegaskan bahwa perubahan ini adalah upaya pemulihan jati diri sejati militer Amerika.
"Bukan hanya tentang penggantian nama, tetapi tentang pemulihan," kata Hegseth yang turut mendampingi Presiden di Gedung Putih.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie
-
Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik
-
Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal
-
Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu
-
Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan
-
'Jangan Ada Dusta!', Pesan Menohok Jaksa KPK di Sidang Suap Bea Cukai Rp78 Miliar
-
Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan
-
Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali
-
Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan
-
Lawan Narasi 'Lagi Apes', Jaksa KPK Siapkan 40 Saksi di Sidang Suap Bea Cukai